Analisis Timbulan Minyak Jelantah Skala Rumah Tangga Berdasarkan Kalasifikasi Bangunan Fisik Rumah Sebelum Pandemi dan Pada Saat Pandemi Covid-19 di Kelurahan Kedabang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Abstract
Minyak goreng merupakan salah satu bahan untuk memasak terutama menggoreng
bahan makan untuk kebutuhan sehari-hari, hal tersebut menunjukkan bahwa dapat
dari kegiatan tersebut menghasilkan limbah domestik yang berupa cairan yaitu
minyak jelantah. Pada masa pandemi pemerintah Indonesia memberlakukan
peraturan untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sehingga
sebagian besar masyarakat lebih sering memasak untuk keperluan makan sehari-
hari. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil timbulan
minyak jelantah yang dihasilkan oleh rumah tangga berdasarkan kategori bangunan
rumah yaitu rumah permanen, rumah semi permanen dan rumah non permanen dan
juga melakukan hasil perbandingan penggunaan minyak goreng pada saat pandemi
dan sebelum pandemic pada tipe rumah permanen, rumah semi permanen dan
rumah non permanen. Pada penelitian ini mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang
metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah
perkotaan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini
diperoleh hasil timbulan minyak jelantah untuk klasifikasi rumah permanen
diperoleh total berat perhari sebesar 0,035 kg/hari dengan total volume perhari
sebesar 0,038 L/hari dan massa jenis sebesar 911,965 kg/m3
. Selanjutnya untuk
klasifikasi rumah semi permanen diperoleh total berat perhari sebesar 0,029 kg/hari
dengan total volume perhari sebesar 0,029 L/hari dan massa jenis sebesar 983,608
kg/m3
. Selanjutnya untuk klasifikasi rumah non permanen diperoleh total berat
perhari sebesar 0,006 kg/hari dengan total volume perhari sebesar 0,007 L/hari dan
massa jenis sebesar 855,901 kg/m3
. Penggunaan minyak goreng pada saat pandemi
lebih besar dibandingkan sebelum pandemi dan minyak jelantah yang dihasilkan
pada saat pandemi lebih besar dibandingkan sebelum pandemi yaitu lebih dari
200ml/hari.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
