| dc.description.abstract | Rumah tangga merupakan salah satu sektor penghasil minyak jelantah yang
dapat menyebabkan pencemaran lingkungan maupun dampak kesehatan
masyarakat di Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon. Perbedaan kategori rumah dan
perubahan pola perilaku akibat kondisi sosial seperti pandemi COVID-19 saat ini
merupakan faktor yang menjadikan perbedaan timbulan minyak jelantah yang
dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan minyak jelantah
yang dikumpulkan dari 2 kategori rumah yaitu rumah layak huni dan rumah tidak
layak huni pada saat pandemi COVID-19 untuk mengukur timbulan minyak
jelantah sesuai dengan SNI 19-3964-1994 mengenai Metode Pengambilan dan
Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan, serta mengetahui
perubahan pola perilaku masyarakat saat pandemi COVID-19. Berdasarkan hasil
penelitian ini kesimpulan yang dapat diambil adalah timbulan minyak jelantah yang
dihasilkan di wilayah Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon menghasilkan berat sebesar
0,0155kg/hari dengan volume sebesar 0,014 liter/hari dan massa jenis sebesar
1,073kg/liter, serta terjadi perubahan pola perilaku yang menunjukan kenaikan
jumlah timbulan minyak jelantah yang dihasilkan meningkat sebesar 11% lebih
banyak saat situasi pandemi COVID-19. | en_US |