Show simple item record

dc.contributor.authorTriadhi, Fariz
dc.date.accessioned2025-07-23T02:04:36Z
dc.date.available2025-07-23T02:04:36Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57102
dc.description.abstractRumah tangga merupakan salah satu sektor penghasil minyak jelantah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan maupun dampak kesehatan masyarakat di Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon. Perbedaan kategori rumah dan perubahan pola perilaku akibat kondisi sosial seperti pandemi COVID-19 saat ini merupakan faktor yang menjadikan perbedaan timbulan minyak jelantah yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan minyak jelantah yang dikumpulkan dari 2 kategori rumah yaitu rumah layak huni dan rumah tidak layak huni pada saat pandemi COVID-19 untuk mengukur timbulan minyak jelantah sesuai dengan SNI 19-3964-1994 mengenai Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan, serta mengetahui perubahan pola perilaku masyarakat saat pandemi COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian ini kesimpulan yang dapat diambil adalah timbulan minyak jelantah yang dihasilkan di wilayah Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon menghasilkan berat sebesar 0,0155kg/hari dengan volume sebesar 0,014 liter/hari dan massa jenis sebesar 1,073kg/liter, serta terjadi perubahan pola perilaku yang menunjukan kenaikan jumlah timbulan minyak jelantah yang dihasilkan meningkat sebesar 11% lebih banyak saat situasi pandemi COVID-19.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKategori Rumahen_US
dc.subjectPandemi COVID-19en_US
dc.subjectPola Perilakuen_US
dc.subjectTimbulan Minyak Jelantahen_US
dc.titleAnalisis Timbulan Minyak Jelantah dari Rumah Tangga Berdasarkan Kategori Rumah Saat Pandemi Covid-19 di Kelurahan Kecapi, Kota Cirebonen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17513089


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record