Show simple item record

dc.contributor.authorKamiliya, Naura Marsha
dc.date.accessioned2025-07-22T06:20:20Z
dc.date.available2025-07-22T06:20:20Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57094
dc.description.abstractDiskriminasi dan kekerasan seksual terhadap perempuan di Republik Demokratik Kongo merupakan dampak dari struktur sosial yang timpang dan konflik bersenjata berkepanjangan. Ketika ketidakstabilan politik memberi ruang bagi kekuasaan kelompok bersenjata, perempuan menjadi pihak paling rentan secara fisik, psikologis, dan sosial. Ketimpangan ini diperkuat oleh sistem hukum yang diskriminatif serta akses terbatas terhadap keadilan dan layanan kesehatan. Melalui teori segitiga kekerasan Johan Galtung, kekerasan terhadap perempuan dianalisis sebagai interaksi antara kekerasan kultural yang dilegitimasi patriarki, kekerasan struktural yang terwujud dalam hukum dan ekonomi yang tidak adil, serta kekerasan langsung berupa pelecehan, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder dan menemukan bahwa bentuk-bentuk kekerasan tersebut saling memperkuat, membentuk siklus ketidakadilan yang kompleks. Perempuan di Kongo tidak hanya menjadi korban kekerasan, tetapi juga simbol dari kegagalan sistemik dalam melindungi hak asasi manusia di tengah konflik yang terus berlangsung.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiskriminasien_US
dc.subjectKetidaksetaraan Genderen_US
dc.subjectRepublik Demokratik Kongoen_US
dc.subjectTeori Segitiga Kekerasanen_US
dc.titleDiskriminasi dan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang terjadi di Republik Demokratik Kongo Tahun 2019-2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323225


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record