Rekomendasi Desain Hunian Sementara Pre-fabrikasi Baja Canai Dingin dan Optimalisasi Biaya Produksi dengan Pendekatan BIM
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara tingkat kerentanan bencana tertinggi di dunia. Oleh
karena hal tersebut, perhatian akan penanganan bencana menjadi hal yang penting salah satunya
melalui penyediaan shelter pasca bencana. Saat ini penyediaan shelter pasca bencana yang masih
kurang mendapat perhatian khusus terutama dalam aspek kecepatan penyediaan, ekonomi dan
pemenuhan kebutuhan bagi penggunanya. Konstruksi modular dengan material baja canai dingin
dapat menjadi solusi pemenuhan shelter pasca bencana yang berkelanjutan. Studi ini bermaksud
untuk merekomendasikan desain shelter pasca bencana yang dapat disediakan dengan cepat,
ekonomis tetapi tetap memenuhi kebutuhan dasar bagi penggunanya. Metode yang digunakan pada
studi ini adalah research and development (R&D) dan pemodelan menggunakan perangkat lunak
berbasis building information modelling (BIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja canai
dingin dapat digunakan sebagai material transitional shelter berbasis panel modular dan knock-down
yang memenuhi kebutuhan dasar pasca bencana. Penerapan Building Information Modeling (BIM)
membantu mengoptimalkan perencanaan biaya melalui deteksi clash dan pemodelan yang akurat.
Shelter ini juga dinilai layak diterapkan pada area bencana karena adaptif terhadap risiko gempa
bumi, banjir, dan erupsi gunung api, serta mendukung distribusi, instalasi, dan pembongkaran secara
cepat, efisien, dan minim limbah.
