| dc.description.abstract | Latar Belakang: Kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia masih mengalami
peningkatan. Kecamatan Manyar menjadi wilayah dengan jumlah kasus
tuberkulosis tertinggi kedua di Kabupaten Gresik. Pada tahun 2023 tercatat 290
kasus, dengan peningkatan rata-rata 32,39% per tahun. Salah satu faktor yang dapat
mencegah bertambahnya kasus baru adalah tingkat pengetahuan masyarakat
terhadap pencegahan tuberkulosis.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan
masyarakat tentang tuberkulosis, menganalisis perilaku masyarakat dalam
pencegahan tuberkulosis, dan mengidentifikasi hubungan antara tingkat
pengetahuan dengan perilaku pencegahan tuberkulosis
Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah study cross-sectional.
Sampel yang digunakan adalah 317 responden dengan teknik yang digunakan
dalam pengambilan sampel adalah teknik non-probability sampling yang berjenis
purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah
dilakukan uji validitas. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat dan
bivariat yang digunakan chi-square.
Hasil: Sebanyak 52,1% responden di Puskesmas Sukomulyo, Kabupaten Gresik,
memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pencegahan tuberkulosis, dan
47,9% di antaranya menunjukkan perilaku pencegahan yang baik. Hasil analisis
statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan
perilaku pencegahan TBC (p < 0,001).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku
pencegahan penyakit tuberkulosis. Semakin tinggi pengetahuan seseorang
mengenai tuberkulosis, maka semakin baik pula perilaku yang ditunjukkan dalam
upaya pencegahannya. | en_US |