• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perjanjian Kawin di Masyarakat Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Kantor Notaris Helena Maryam Prambadani, S.h.)

    Thumbnail
    View/Open
    21421004.pdf (3.340Mb)
    Date
    2025
    Author
    Damayanti, Adelia Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perjanjian perkawinan merupakan kesepakatan antara calon suami istri yang dibuat sebelum atau pada saat pernikahan, yang memiliki konsekuensi hukum dalam kehidupan rumah tangga, terutama terkait pemisahan harta dan tanggung jawab masing-masing pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik perjanjian perkawinan di masyarakat Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan studi kasus di Kantor Notaris Helena Maryam Prambadani, S.H. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang menekankan pada pengamatan dan pemahaman yang alamiah dan mendalam, disajikan secara deskriptif serta diintepretasikan secara komprehensif, serta mengacu pada perspektif hukum Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Notaris Helena Maryam Prambadani, S.H. memiliki peran penting dalam memberikan edukasi hukum, menyusun isi perjanjian berdasarkan kebutuhan pasangan, serta menyusun akta autentik yang sah. Peran notaris tidak hanya administratif tetapi juga konsultatif dan preventif guna menjamin perlindungan hukum bagi kedua belah pihak. Dalam perspektif hukum Islam, perjanjian perkawinan diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah seperti keadilan, kesepakatan bersama, dan tidak merugikan salah satu pihak. Perjanjian tersebut dipandang sah sebagai bagian dari muamalah selama tidak menghalalkan yang haram dan tidak membatalkan tujuan utama pernikahan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57086
    Collections
    • Islamic Law [941]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV