Studi Hilirisasi “Lichostin” Berbasis Daun Kelor, Rimpang Kunyit dan Daun Afrika sebagai Penurun Kadar Lipid Darah: Inkubasi Bisnis dan Registrasi Produk
Abstract
Latar belakang: Penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab utama kematian di
Indonesia dengan kadar kolesterol tinggi sebagai faktor risikonya. Sebagai upaya
pengendalian hilirisasi produk herbal menjadi solusi potensial. Salah satunya
adalah pengembangan "Lichostin," sebuah minuman herbal inovatif yang
menggabungkan daun afrika, rimpang kunyit dan daun kelor untuk membantu
menurunkan kadar kolesterol. Proses pengembangan ini melibatkan inkubasi bisnis
untuk mempercepat pengembangan produk dan memastikan bahwa produk tersebut
dapat diterima oleh masyarakat. Selain itu, registrasi produk menjadi langkah
penting untuk mendapatkan izin edar dari badan pengawas obat dan makanan
(BPOM), sehingga konsumen dapat percaya akan legalitas dan keamanan produk
tersebut.
Tujuan: Memvalidasi ide bisnis produk “Lichostin” untuk mendapatkan feedback
dari responden dan mengkaji persyaratan registrasi produk.
Metode: Penelitian inkubasi bisnis melalui validasi bisnis dilakukan secara
beberapa tahapan meliputi, customer interview, search trend analysis, paper
prototype, 3D prototype, dan explainer video. Data yang diperoleh dari validasi
bisnis diolah menggunakan microsoft excel, lalu dianalisis untuk mendapatkan
kesimpulan akhir. Selain itu, menyusun daftar periksa registrasi produk “Lichostin”
untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian pra registrasi dan registrasi sesuai
dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk “Lichostin” diterima dengan
baik oleh masyarakat didukung dengan hasil penilaian rata-rata berkisar antara 3
hingga 5 yang termasuk dalam kategori disukai hingga sangat disukai. Selain itu,
dokumen registrasi produk telah disusun secara lengkap dan sesuai dengan
persyaratan BPOM.
Kesimpulan: Produk “Lichostin” layak untuk dikembangkan lebih lanjut ke tahap
produksi dan pemasaran, serta berpeluang mendapatkan izin edar setelah melalui
proses evaluasi dari BPOM.
Collections
- Pharmacy [1896]
