| dc.description.abstract | Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City tahun
2023–2025 menimbulkan konflik antara negara dan masyarakat lokal akibat
pendekatan represif yang digunakan pemerintah dalam pelaksanaan proyek.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kekerasan negara proyek tersebut
menggunakan kerangka repressive developmentalist regime dari Herbert Feith.
Argumen sementara penelitian menyatakan kekerasan negara dalam pembangunan
PSN Rempang Eco City terjadi melalui represi langsung dan struktural terhadap
tiga kelompok utama: mahasiswa, petani/nelayan, dan masyarakat adat yang
menolak relokasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data
sekunder dari dokumen resmi, jurnal, dan laporan organisasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kekerasan negara dimanifestasikan dalam bentuk
kriminalisasi, intimidasi, serta kebijakan yang mempermudah penggusuran
masyarakat demi kepentingan investasi asing, terutama Xinyi Group dari
Tiongkok. Negara juga membangun narasi pembangunan yang menekankan
pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional sebagai legitimasi terhadap tindakan
represif tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan PSN dengan
pendekatan represif justru memperbesar ketimpangan sosial dan pelanggaran hak
atas tanah serta ruang hidup masyarakat lokal. | en_US |