Show simple item record

dc.contributor.authorNurhayati
dc.date.accessioned2025-07-22T02:30:23Z
dc.date.available2025-07-22T02:30:23Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57066
dc.description.abstractPembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City tahun 2023–2025 menimbulkan konflik antara negara dan masyarakat lokal akibat pendekatan represif yang digunakan pemerintah dalam pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekerasan negara proyek tersebut menggunakan kerangka repressive developmentalist regime dari Herbert Feith. Argumen sementara penelitian menyatakan kekerasan negara dalam pembangunan PSN Rempang Eco City terjadi melalui represi langsung dan struktural terhadap tiga kelompok utama: mahasiswa, petani/nelayan, dan masyarakat adat yang menolak relokasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder dari dokumen resmi, jurnal, dan laporan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan negara dimanifestasikan dalam bentuk kriminalisasi, intimidasi, serta kebijakan yang mempermudah penggusuran masyarakat demi kepentingan investasi asing, terutama Xinyi Group dari Tiongkok. Negara juga membangun narasi pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional sebagai legitimasi terhadap tindakan represif tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan PSN dengan pendekatan represif justru memperbesar ketimpangan sosial dan pelanggaran hak atas tanah serta ruang hidup masyarakat lokal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKekerasan Negaraen_US
dc.subjectPembangunan Represifen_US
dc.subjectProyek Strategis Nasionalen_US
dc.subjectRempang Eco Cityen_US
dc.titleKekerasan Negara dalam Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City Tahun 2023-2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323064


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record