| dc.description.abstract | Manusia selalu berkembang dengan fase-fase perkembangan yang harus dilalui
dalam kehidupan. Fase perkembangan individu remaja menuju dewasa disebut
dengan emerging adulthood yang berusia 18-29 tahun. Pada fase ini tidak semua
individu memiliki kesiapan dan persiapan, ketidaksiapan secara psikis
menunculkan fenomena yang disebut dengan quarter-life cricis. Fenomena dimana
individu merasa cemas, bingung, tertekan, tidak berdaya dan takut terhadap
kegagalan akan masa depan yang menunculkan stres pada individu pada usia
tersebut. Stres merupakan bumbu kehidupan, karena emosi atau aktivitas apapun
menimbulkan stres sehingga individu mencoba mencari cara untuk mengatasi serta
menyalurkan stres yang dirasa. Salah satu cara untuk menyalurkan stres dengan
menggunakan media seni. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan
jumlah partisipan sebanyak 10 orang, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini
menggunakan DASS (14 item stress) dan Quarter Life Crisis Diagnosis Quiz oleh
Hassler. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank
test untuk keseluruhan partisipan penelitian memiliki nilai p = 0,009, dimana nilai
p pada kelompok eksperimen p=0,043 dimana nilai p lebih kecil 0,05 (p<0,05),
yang menyimpulkan adanya pengaruh art therapy terhadap stres pada individu yang
mengalami quarter life crisis. Pada hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa ada
penurunan tingkat stres dengan menggunakan art therapy terhadap individu yang
mengalami quarter life crisis. | en_US |