Konversi Limbah Tailing Bauksit menjadi Material Magnetik Sebagai Katalis Oksidasi Lanjut Tetrasiklin
Abstract
Penelitian mengenai konversi limbah tailing bauksit menjadi material magnetik
(MNC) telah dilakukan. Penelitian ini difokuskan pada studi terkait karakteristik
fisikokimiawi dari material MNC dan uji aktivitasnya sebagai katalis oksidasi lanjut
tetrasiklin. Preparasi bahan dilakukan dengan metode kopresipitasi dilanjutkan
dengan metode hidrotermal dengan prekursor oksida besi Fe2+ dan Fe3+ dalam
kondisi basa. Kandungan Fe diatur pada 20%, 30%, 40%wt dengan perbandingan
molar Fe2+ dan Fe3+ sebesar 1:2. Karakter fisikokimiawi material magnetik (MNC)
dilakukan dengan instrumen XRD, SEM, TEM, GSA, dan VSM. Karakterisasi
MNC dengan XRD menunjukkan oksida besi Fe2O3 dan Fe3O4 berhasil
terembankan pada hasil sintesis dimana ukuran kristal 65,53-84,71 nm. Hasil uji
SEM dari MNC menunjukkan morfologi berupa pipih berlapis. Karakterisasi TEM
dari MNC20 dan MNC30 memiliki ukuran partikel sebesar 70-90 nm. Luas
permukaan Brunaeur-Emmet-Teller (BET) dari MNC yaitu 15,87-16,72 m2
/g. Uji
VSM dari MNC diperoleh nilai magnetisasi saturasi (Ms) sebesar 9,2-15,41 emu/g
dengan sifat superparamagnetik. Uji aktivitas katalis menunjukkan oksidasi lanjut
tetrasiklin paling efektif pada MNC dengan kandungan Fe 30%wt yaitu degradasi
tetrasiklin mencapai 90% dengan pH 7 menjadi pH optimum dan kinetika reaksi
MNC pada semua variasi menunjukkan kinetika orde satu. MNC juga memiliki
stabilitas katalis yang tinggi yaitu penggunaan kembali katalis hingga siklus ke-5,
menunjukkan sifat ramah lingkungan dari material katalis. Dari hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa MNC dapat digunakan sebagai katalis oksidasi lanjut untuk
degradasi tetrasiklin dalam air.
Collections
- Master of Chemistry [59]
