Show simple item record

dc.contributor.authorWibowo, Muhammad Ihsan Mumtaz Ghifari
dc.date.accessioned2025-07-18T06:39:17Z
dc.date.available2025-07-18T06:39:17Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57004
dc.description.abstractLatar Belakang: Pada Desember 2019. tanggal 11 Februari 2020 World Health Organization (WHO) mengumumkan nama baru yaitu Coronavirus Disease (COVID-19) yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Ada beberapa kebijakan yang tertera pada surat edaran Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), salah satunya adalah pembelajran daring yang pada pelaksanaannya akan dilakukan menggunakan Google Classroom, Zoom Meeting, atau aplikasi lainnya. Sekitar dua tahun seluruh kegiatan dilaksanakan secara daring. Dalam sehari, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia sudah menghabiskan sekitar 8 jam untuk menatap layar gadget ketika melaksanakan perkuliahan. Tujuan Penelitian: Bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan gadget pada masa pembelajaran daring terhadap peningkatan miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia angkatan 2019. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan April-Mei 2023. Penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 63 orang. Kemudian seluruh sampel dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample T-Test dan Chi-Square Test. Hasil: Responden pada penelitian ini berjumlah 63 orang dengan 36 (57,1%) lakilaki dan 27 (42,9%) perempuan. Responden yang menderita miopia paling banyak dengan durasi lebih dari 3 tahun sebanyak 19 (30,2%) orang. Responden mayoritas mengalami mata lelah sebanyak 58 (92,1%) orang, mata merah sebanyak 51 (81%) orang, dan pengelihatan kabur sebanyak 60 (82,5%) orang. Perbedaan durasi sebelum dan setelah PJJ didominasi lebih dari 2 jam perhari (82,5%). Pada analisis bivariat menggunakan Paired Sample T-Test terdapat perbedaan yang signifikan derajat miopia dilihat dari ukuran kacamata baik mata kanan maupun kiri (p < 0,001), dengan nilai korelasi 0,933 dan 0,925. Sedangkan analisis dengan Chi-Square Test menunjukkan tidak ada hubungan antara durasi menggunakan gadget dengan peningkatan dioptri ukuran kacamata dengan p = 1,000 untuk mata kanan dan p= 1,000 untuk mata kiri. Kesimpulan: Hasil penelitian ini terdapat perubahan yang signifikan antara ukuran dioptri sebelum pandemi dengan setelah pandemi. Namun, tidak ada perbedaan antara durasi menggunakan gadget dengan peningkatan ukuran dioptri kacamata pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII Angkatan 2019.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDurasi Penggunaan Gadgeten_US
dc.subjectMiopiaen_US
dc.subjectPembelajaran Jarak Jauhen_US
dc.titleHubungan Lama Penggunaan Gadget pada Masa Pembelajaran Daring Terhadap Peningkatan Miopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Angkatan 2019en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711081


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record