| dc.description.abstract | Latar Belakang: Pada Desember 2019. tanggal 11 Februari 2020 World Health
Organization (WHO) mengumumkan nama baru yaitu Coronavirus Disease
(COVID-19) yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome
Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Ada beberapa kebijakan yang tertera pada surat
edaran Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), salah satunya adalah
pembelajran daring yang pada pelaksanaannya akan dilakukan menggunakan
Google Classroom, Zoom Meeting, atau aplikasi lainnya. Sekitar dua tahun seluruh
kegiatan dilaksanakan secara daring. Dalam sehari, mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Indonesia sudah menghabiskan sekitar 8 jam untuk
menatap layar gadget ketika melaksanakan perkuliahan.
Tujuan Penelitian: Bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan
gadget pada masa pembelajaran daring terhadap peningkatan miopia pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia angkatan 2019.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik
dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran,
Universitas Islam Indonesia, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta pada bulan April-Mei 2023. Penelitian ini menggunakan purposive
sampling sebanyak 63 orang. Kemudian seluruh sampel dianalisis secara univariat
dan bivariat menggunakan Paired Sample T-Test dan Chi-Square Test.
Hasil: Responden pada penelitian ini berjumlah 63 orang dengan 36 (57,1%) lakilaki dan 27 (42,9%) perempuan. Responden yang menderita miopia paling banyak
dengan durasi lebih dari 3 tahun sebanyak 19 (30,2%) orang. Responden
mayoritas mengalami mata lelah sebanyak 58 (92,1%) orang, mata merah
sebanyak 51 (81%) orang, dan pengelihatan kabur sebanyak 60 (82,5%) orang.
Perbedaan durasi sebelum dan setelah PJJ didominasi lebih dari 2 jam perhari
(82,5%). Pada analisis bivariat menggunakan Paired Sample T-Test terdapat
perbedaan yang signifikan derajat miopia dilihat dari ukuran kacamata baik mata
kanan maupun kiri (p < 0,001), dengan nilai korelasi 0,933 dan 0,925. Sedangkan
analisis dengan Chi-Square Test menunjukkan tidak ada hubungan antara durasi
menggunakan gadget dengan peningkatan dioptri ukuran kacamata dengan p =
1,000 untuk mata kanan dan p= 1,000 untuk mata kiri.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini terdapat perubahan yang signifikan antara ukuran
dioptri sebelum pandemi dengan setelah pandemi. Namun, tidak ada perbedaan
antara durasi menggunakan gadget dengan peningkatan ukuran dioptri kacamata
pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII Angkatan 2019. | en_US |