Studi Pemikiran Sa’id Bin Ali Bin Wahf Al Qahthani: Pendidikan Pemuda dalam Kitab Al Hadyu An Nabawi Fi Tarbiyah Al Aulad Fi Dhau Al-kitab Wa As-sunnah Perspektif Sosiokultural
Abstract
Pemuda memiliki andil besar dalam memelihara peradaban ini. Di tangan
mereka identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan
sumber insani bagi pembangunan bangsanya. Dewasa ini, revolusi komunikasi dan
informasi telah mempengaruhi generasi muda. Media massa dan teknologi yang
sepatutnya memberikan dampak positif, sebaliknya mewariskan budaya yang
destruktif. Untuk memperbaiki generasi muda, Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani
menuliskan pemikirannya sebagai pedoman dalam pendidikan pemuda dalam kitab
berjudul Al-Hadyu An-Nabawy fi Tarbiyah Al-Aulad fi Dhaui Al-Kitab wa AsSunnah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan pemuda
menurut Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani dan konsep pemikiran pendidikan
pemuda perspektif sosiokultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
dengan jenis penelitian deskriptif untuk menggambarkan obyek penelitian. Teknik
pengambilan data dengan metode dokumentasi. Keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber dan analisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendidikan pemuda ditunjukkan dengan memberikan kasih
sayang, senyuman dan sambutan, membeli dagangan pemuda dengan nilai tambah,
menghargai hak-hak mereka, memanggil nama kesukaan, meringankan kesedihan,
memberikan tunggangan, serta dengan menjenguk yang sakit. Motivasi untuk
mendorong pemuda untuk berakhlak mulia dengan menumbuhkan motivasi. Peran
orang tua dalam mengemban pendidikan pemuda dalam berbagai aspek. Adab
pergaulan dibutuhkan dalam proses pendidikan. Metode memperbaiki kesalahan
pemuda dengan praktik nyata, isyarat, pujian, dialog, peringatan keras, serta teguran
dan hukuman. Pemikiran pendidikan pemuda menurut Sa’id bin Ali bin Wahf al
Qahthani perspektif sosiokultural menunjukkan bahwa;pendidikan memiliki
pengaruh dalam penanaman nilai sosial, mplikasi motivasi terhadap penguatan
akhlak mulia, peran orangtua dalam menunaikan amanat pendidikan pemuda
memiliki andil dalam pembangunan masyarakat Islami, dan dalam menciptakan
lingkungan
