• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Water Security pada Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kelurahan Glagaharjo dan Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    19513005.pdf (4.958Mb)
    Date
    2023
    Author
    Dasenta, Yoenidea
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ketahanan air pada program PAMSIMAS sebagai program perluasan akses air minum dan sanitasi di wialayah pedesaan, perlu diukur untuk mengetahui kemampuan masyarakat dalam mempertahankan kelangsungan pemenuhan kebutuhan air. Ketahanan air pada Kecamatan Cangkringan berpotensi terancam karena daerah ini merupakan salah satu kawasan resapan air sehingga harus membagi ketersediaan airnya bagi PAM Kabupaten Sleman. Selain itu, beberapa daerah termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) yang berpotensi menurunkan kualitas air. Penelitian ini berfokus pada pada Pamsimas Dusun Dliring, Kelurahan Argomulyo dan Pamsimas Dusun Kalitengah Lor, Kelurahan Glagaharjo. Penelitian ini menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh AWDO (Asian Water Development Outlook) 2020 pada indikator Rural Household Water Security, yang terdiri dari beberapa indikator diantaranya ketersediaan air, akses sanitasi, dampak terhadap kesehatan, keterjangkauan biaya dan tambahan di luar AWDO yaitu terkait dampak ketahanan air dengan bencana gunung berapi. Skoring hasil kuesioner dari skala 1-4 dianalisis dari tiap aspek, untuk mendapatkan total skor yang menentukan indeks ketahanan air. Hasil wawancara dan kuesioner menunjukkan pada Pamsimas Dliring mendapatkan total skor 16,65 dan Pamsimas Kalitengah Lor dengan skor 17,3. Pamsimas Dliring memiliki skor lebih rendah dalam aspek ketersediaan air dan keterjangkauan biaya, sedangkan Pamsimas Kalitengah Lor memiliki skor lebih rendah dalam aspek kerentanan air terhadap bencana Gunung Merapi. Kedua Pamsimas mendapatkan nilai akhir indeks ketahanan air sebesar 4, yang berarti dalam tingkatan atau tahap effective, dimana pada tahapan tersebut, sebagian besar rumah memiliki akses ke pasokan air dan sanitasi dasar / layak, kerentanan terhadap penyakit rendah, biaya tagihan air terjangkau, serta dampak terhadap bencana yang rendah.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56923
    Collections
    • Environmental Engineering [1831]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV