• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pandangan Anggota Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Yogyakarta Tentang Penghulu Wanita

    Thumbnail
    View/Open
    19421136.pdf (1.626Mb)
    Date
    2023
    Author
    Wibowo, Zairofi Setyo
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Profesi penghulu di Indonesia selama ini hanya digeluti oleh para pria saja, didasari salah satunya dengan data yang didapatkan dari website resmi Kementerian Agama Republik Indonesia yaitu Sistem Informasi Kepenghuluan (SIK). Dalam dunia Internasional, anggapan bahwasannya wanita tidak bisa menjadi seorang penghulu ini ditepis oleh sebuah berita bahwasannya terdapat seorang wanita yang berasal dari Tepi Barat Palestina menjadi seorang penghulu yang sah dan diangkat serta diakui secara resmi oleh pemerintah Palestina, wanita tersebut bernama Tahrir Hammad. Tugas dari penghulu yang selama ini diketahui salah satunya adalah menjadi wali hakim, namun selain itu terdapat tugas lain yaitu menjadi pegawai pencatat nikah dan kegiatan pengembangan keagamaan lainnya. Hal ini sendiri sudah dijelaskan di dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 9 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Penghulu. Sehingga wanita sangat bisa berpotensi menjadi seorang penghulu jika melihat dari tugas-tugas pokoknya. Bahtsul masail Nahdlatul Ulama merupakan salah satu lembaga yang mengeluarkan fatwa di Indonesia, maka dari itu dirasa perlunnya pandangan mereka tentang penghulu wanita ini supaya bisa menjadi referensi literatur kedepannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengemukakan pendapat para anggota bahtsul masail tentang penghulu wanita beserta dengan pertimbangannnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang berjenis penelitian lapangan. Subjek dari penelitian ini sendiri adalah anggota LBM PWNU Yogyakarta. Hasil yang didapatkan adalah anggota LBM PWNU Yogyakarta sepakat memperbolehkan penghulu wanita dengan catatan menjadi Petugas Pencatat Nikah saja dan bukan untuk menjadi wali hakim. Hal ini diperkuat dengan literatur-literatur fiqh dalil Al-Qur’an maupun hadist serta tidak adanya kewajiban penghulu menjadi wali dalam pernikahan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56884
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV