Show simple item record

dc.contributor.authorMaryam, Khalida
dc.date.accessioned2025-07-14T02:06:02Z
dc.date.available2025-07-14T02:06:02Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56865
dc.description.abstractPenelitian ini membahas fenomena Islamophobia di India dalam kurun waktu 2019 hingga 2024, dengan menyoroti berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan, prasangka, dan pengecualian yang dialami komunitas Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan mengacu pada teori Islamophobia dari Runnymede Trust yang mencakup empat aspek utama: Exclusion, Violence, Prejudice, dan Discrimination. Data diperoleh melalui studi literatur dari berbagai sumber terpercaya, termasuk laporan organisasi internasional, media massa, serta publikasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak pengesahan Citizenship Amendment Act (CAA) pada 2019, terdapat peningkatan tajam dalam kasus ujaran kebencian, kekerasan sektarian, serta kebijakan pemerintah yang dinilai diskriminatif terhadap Muslim. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada sektor politik dan ekonomi, tetapi juga memperburuk ketegangan sosial serta mempersempit ruang partisipasi Muslim dalam kehidupan publik. Temuan ini menunjukkan bahwa Islamophobia di India bukan sekadar isu sosial, tetapi merupakan persoalan struktural yang terintegrasi dalam sistem politik dan kebijakan negara. Dengan memahami dinamika ini, diharapkan masyarakat internasional dapat lebih waspada terhadap bahaya diskriminasi berbasis agama dan mendorong len_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIslamophobiaen_US
dc.subjectIndiaen_US
dc.subjectEkslusien_US
dc.subjectDiskriminasien_US
dc.subjectKekerasanen_US
dc.subjectPrasangkaen_US
dc.titleFenomena Islamophobia di India Tahun 2019-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323204


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record