• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Wacana Kebijakan Pencatatan Perkawinan Bagi Semua Agama di Kantor Urusan Agama: Analisis Konten Media Sosial

    Thumbnail
    View/Open
    21421067.pdf (1.570Mb)
    Date
    2025
    Author
    Jannah, Annisa Zahrotul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas dinamika wacana kebijakan pencatatan perkawinan bagi semua agama di Kantor Urusan Agama (KUA) dengan fokus pada respons publik yang muncul di media sosial. Isu ini mencuat ketika Menteri Agama RI mengusulkan perluasan fungsi KUA sebagai lembaga pencatat bagi seluruh agama, yang kemudian memicu perdebatan luas di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tema-tema wacana yang muncul dari respons masyarakat terhadap isu tersebut, dengan menyoroti konstruksi ideologis, pertimbangan pragmatis, dan narasi kebijakan negara. Data diperoleh dari kutipan-kutipan yang tersebar dalam pemberitaan media daring (Website) yang merepresentasikan opini publik dari berbagai perspektif dan Latar Belakang, yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo untuk mengelompokkan temuan ke dalam tema-tema diskursif. Narasi-narasi tersebut kemudian dianalisis secara tematik hingga menghasilkan tiga kecenderungan wacana utama. Pertama, wacana ideologis yang berupaya mempertahankan identitas simbolik KUA sebagai institusi keagamaan Islam. Kedua, wacana pragmatis yang menekankan pentingnya keadilan akses dan efisiensi layanan negara. Ketiga, wacana kebijakan yang mencerminkan arah negara dalam mendorong semangat pluralisme dan moderasi beragama. Temuan ini menunjukkan bahwa ruang digital, khususnya media pemberitaan daring, menjadi arena penting dalam pertarungan wacana publik terhadap isu transformasi fungsi KUA. Ketiganya saling bersaing membentuk opini publik yang kompleks dan tidak seragam. Kesimpulannya, perdebatan di media sosial terkait kebijakan Transformasi KUA mencerminkan tarik-menarik antara kepentingan simbolik, kebutuhan praktis, dan narasi negara. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dan komunikatif dalam merumuskan kebijakan publik yang menyentuh wilayah sensitif antara agama dan negara.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56824
    Collections
    • Islamic Law [939]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV