| dc.description.abstract | Seiring berkembangnya teknologi dan juga didorong dengan relugasi yang ada,
penggunaan BIM menjadi salah satu hal yang wajib dalam pengerjaan proyek konstruksi, dalam
perencanaan terdapat berbagai macam proses perencanaan yang dimana salah satunya adalah proses
Mutual Check awal MC-0. Dalam proses MC-0 sangat berkaitan dengan volume dan Rencana
Anggaran Biaya yang merupakan factor krusial yang mempengaruhi keberhasilan sebuah proyek
konstruksi
Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Building Information Modeling (BIM) melalui
pemodelan 3D menggunakan Tekla Structure 2025 untuk menghasilkan Quantity Take-Off (QTO)
yang lebih akurat dan otomatis, serta membandingkannya dengan hasil estimasi metode MC-0 dalam
menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan struktur atas., serta akan mengetahui dampak
dari perbedaan hasil tersebut terhadap pengelolaan proyek konstruksi secara keseluruhan.
Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa tedapat perbedaan antara data di MC0 dengan data dari perangkat lunak berbasis BIM yaitu Tekla Structure 2025 dengan persentase
pembesian sebesar 8,927% Pembetonan sebesar 9,810% Untuk selisih RAB pembesian sebesar Rp
185.116.232,50 Pembetonan sebesar Rp 78.227.991,60 Dengan total selisih RAB Rp 263.344.224,1
, dari hasil tersebut didapatkan dampak yaitu terkait aspek RAB proyek, pengadaan material,
penjadwalan proyek, kualitas pekerjaan, dan koordinasi tim. Dengan ini penerapan BIM di Indonesia
penerapan BIM di Indonesia masih terbatas oleh faktor biaya, sumber daya manusia, dan belum
adanya kebijakan yang mewajibkan seluruh proyek menggunakan BIM dari pemerintah. | en_US |