Studi Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Metode ATC/DDD dan DU 90% di Puskesmas Pakem
Abstract
Latar belakang: Antibiotik obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan
bakteri. Penyakit infeksi umum terjadi di negara tropis seperti Indonesia dan
penggunaan antibiotik meningkat selama masa pandemi. Sehingga penting untuk
melakukan evaluasi profil penggunaan obat dengan metode Anatomical
Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) Drug Utilization 90% (DU
90%) dan kategorisasi AWaRe (Access, Watch, Reserve) periode 2021-2024.
Tujuan: Mengetahui profil penggunaan antibiotik berdasarkan metode Anatomical
Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) Drug Utilization 90% (DU
90%) dan kategorisasi AWaRe (Access, Watch, Reserve) periode 2021-2024 di
Puskesmas Pakem.
Metode: Analisis data yang digunakan yaitu Anatomical Therapeutic
Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) Drug Utilization 90% (DU 90%) dan
berdasarkan klasifikasi AWaRe (Access, Watch, Reserve). Penelitian ini termasuk
dalam non-eksperimental dengan menggunakan metode cross sectional deskriptif.
Data diolah dengan menggunakan Microsoft excel.
Hasil: Penggunaan antibiotik periode 2021-2024 dengan metode Anatomical
Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Drug Utilization 90%
(DU 90%) paling tinggi yaitu amoksisilin dengan rata-rata 188,38 DDD/1000
KPRJ, kemudian diikuti siprofloksasin dengan rata-rata sebesar 25,70 DDD/1000
KPRJ. Persentase pengkategorian AWaRe (Access, Watch, Reserve) rata-rata
penggunaan kategori access 87,5%, kategori watch 12,5%, kategori reserve 0% dari
total keseluruhan.
Kesimpulan: Profil penggunaan antibiotik yang konsisten amoksisilin dan
siprofloksasin, sedangkan dalam klasifikasi AWaRe (Access, Watch, Reserve)
kategori access tertinggi dalam penelitian ini.
Collections
- Pharmacy [1896]
