Moderasi Beragama dalam Penggunaan Obat, Makanan, dan Vaksin di Kemantren Umbulharjo Kota Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Keberagaman Indonesia menuntut moderasi beragama, terutama
dalam isu produk halal seperti makanan, obat, dan vaksin. Sertifikasi halal kini
menjadi acuan dalam memastikan kualitas produk. Kontroversi status halal vaksin
menekankan pentingnya moderasi beragama dalam menyeimbangkan kesehatan
publik dan nilai agama.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan
sikap, serta menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan
pengetahuan dan sikap di Kemantren Umbulharjo dalam penggunaan obat,
makanan, dan vaksin.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan
metode survei cross-sectional. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui
kuesioner dari responden yang telah ditentukan. Pengolahan data mencakup analisis
univariat dengan menggunakan Microsoft Excel serta analisis bivariat melalui uji
Chi-square dan Spearman pada software SPSS.
Hasil: Terdapat 95 (79%) responden tergolong dalam kategori pengetahuan yang
baik, dan 25 (21%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Dalam
hal sikap, 116 (97%) responden bersikap positif, sedangkan 4 (3%) responden
mempunyai sikap negatif. Terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi
berupa agama dengan pengetahuan yang ditunjukkan oleh nilai p-value sebesar
0,009 < 0,05.
Kesimpulan: Sebagian besar masyarakat Kemantren Umbulharjo memiliki
pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap penggunaan obat, makanan,
dan vaksin. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara agama sebagai
karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan responden.
Collections
- Pharmacy [1885]
