| dc.description.abstract | Fenomena penundaan pernikahan pada Generasi Z semakin meningkat,
terutama di wilayah urban seperti Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Perubahan nilai
sosial, peningkatan akses pendidikan, fokus pada karier, serta pertimbangan
ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan mereka. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang paling
dominan dalam keputusan Generasi Z untuk menunda menikah. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 15 informan
dari kalangan Generasi Z yang berdomisili di Ngaglik, Sleman. Data dianalisis
dengan pendekatan deskriptif dan interpretatif untuk memahami pola pikir serta
faktor yang memengaruhi keputusan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam menunda pernikahan, diikuti
oleh prioritas pendidikan dan pencapaian karier. Selain itu, pengalaman keluarga,
terutama trauma akibat perceraian orang tua, serta pengaruh budaya modern dan
media sosial juga turut berkontribusi dalam keputusan ini. Generasi Z lebih
cenderung mempertimbangkan kesiapan finansial, stabilitas karier, dan aspek
psikologis sebelum memutuskan untuk menikah. Kesimpulan dari penelitian ini
menunjukkan adanya pergeseran paradigma pernikahan dari kewajiban sosial
menjadi pilihan yang lebih rasional. Implikasinya, perlu adanya edukasi tentang
kesiapan pernikahan yang tidak hanya berfokus pada aspek finansial tetapi juga
kesiapan psikologis dan sosial. Studi ini dapat menjadi dasar bagi penelitian
selanjutnya yang menyoroti peran kebijakan publik serta intervensi sosial dalam
mendukung keseimbangan antara pendidikan, karier, dan kehidupan pribadi bagi
generasi muda | en_US |