| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko likuiditas pendanaan
(funding liquidity risk) terhadap profitabilitas pada Bank Pembiayaan Rakyat
Syariah (BPRS) di Indonesia. Risiko likuiditas pendanaan diukur melalui rasio total
simpanan terhadap total aset, sedangkan profitabilitas diproksikan menggunakan
Return on Assets (ROA). Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan variabel
kontrol lain, seperti kekuatan pasar (Lerner Index), ukuran bank (aset), rasio
kecukupan modal (CAR), pembiayaan (FIN), efisiensi operasional (BOPO), tingkat
pembiayaan bermasalah (NPF), serta dampak dari pandemi COVID-19.
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data panel kuartalan seluruh
BPRS di Indonesia selama periode 2015 hingga 2023. Metode analisis yang
digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM),
yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko likuiditas pendanaan berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap profitabilitas BPRS. Selain itu, efisiensi operasional
dan kekuatan pasar memberikan pengaruh positif terhadap ROA, sedangkan
pembiayaan bermasalah dan pandemi COVID-19 memberikan pengaruh negatif
yang signifikan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap
pengaruh risiko likuiditas pendanaan terhadap profitabilitas BPRS secara nasional
dengan cakupan data yang luas dan periode waktu yang panjang (2015–2023). Studi
ini juga menggabungkan variabel kontrol internal dan eksternal secara
komprehensif yang belum banyak diteliti sebelumnya dalam konteks BPRS. | en_US |