Penentuan Kadar Urea dalam Urine Manusia menggunakan Metode Voltametri Siklik dengan Elektroda Kerja Perak
Abstract
Pemeriksaan kadar urea dalam urine dapat membantu mendeteksi gangguan fungsi
ginjal lebih awal, memungkinkan pengobatan yang lebih cepat untuk mencegah
gagal ginjal. Urea yang dihasilkan melalui siklus nitrogen di hati, merupakan
produk akhir dari pengolahan amonia dan asam amino, dan berperan penting dalam
proses ekskresi melalui ginjal. Kadar urea dalam darah atau urine menjadi indikator
utama dalam diagnosis penyakit ginjal. Metode voltametri siklik, yang mengukur
arus terkait perubahan potensi pada elektroda, digunakan untuk mendeteksi urea
secara elektrokimia, dengan elektroda logam perak murni yang digunakan sebagai
elektroda kerja untuk mendapatkan hasil analisis urea dalam urine. Hasil
karakterisasi logam perak menunjukan kandungan terbanyak adalah unsur perak.
Elektroda logam perak kemudian dievalusi sifat elektrokimianya dengan
menggunakan voltametri siklik dan menunjukkan adanya respon elektrokimia yang
baik saat diuji pada sistem ferrisianida dan larutan sampel urea. Larutan elektrolit
yang terbaik dan digunakan yaitu NaOH 1 M. Hasil pengujian voltametri siklik
dengan variasi konsentrasi dan scan rate memberikan respons arus yang baik.
Analisis larutan standar urea diperoleh nilai linearitas (R2) sebesar 0,9916; %RPD
(presisi) sebesar 4,34%; serta LOD sebesar 1,01 mM dan LOQ sebesar 3,37 mM,
serta analisis sampel urin diperoleh kadar urea sebesar 2,5 mM dan 2,4 mM.
Collections
- Chemistry [753]
