| dc.description.abstract | Latar Belakang: Efikasi diri berperan penting dalam menentukan kemampuan
individu dalam berpikir, merasa, dan berperilaku, yang pada akhirnya berpengaruh
terhadap motivasi dan pencapaian akademik. Di sisi lain, aktivitas fisik memiliki
banyak manfaat, termasuk meningkatkan fungsi kognitif, kesehatan mental, serta
kesejahteraan subjektif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik
dapat meningkatkan efikasi diri, terutama melalui peningkatan neurotropin dan
neurotransmitter yang berkontribusi pada fungsi otak yang lebih optimal. Meskipun
demikian, studi mengenai dampak intensitas, durasi, dan frekuensi aktivitas fisik
terhadap efikasi diri masih terbatas, terutama di kalangan mahasiswa kedokteran
yang sering mengalami tekanan akademik tinggi.
Tujuan: Menilai hubungan aktivitas fisik terhadap efikasi diri mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan
pendekatan cross-sectional. Penelitian adalah mahasiswa aktif Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Indonesia sebanyak 229 responden. Uji statistik
menggunakan analisis Chi-Square.
Hasil: Perbedaan tingkat efikasi diri pada kelompok dengan aktivitas fisik ringan,
sedang, dan berat tidak disebabkan oleh aktivitas fisik, melainkan kemungkinan
dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lain mungkin
lebih berperan dalam menentukan efikasi diri mahasiswa. Dengan nilai p-value
sebesar 0,106 (p > 0,05), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan efikasi diri pada
mahasiswa.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik
dan efikasi diri pada mahasiswa. | en_US |