Show simple item record

dc.contributor.authorRachmalia, Eka
dc.date.accessioned2025-07-07T03:55:03Z
dc.date.available2025-07-07T03:55:03Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56719
dc.description.abstractOperasi Barkhane merupakan inisiatif kontra terorisme yang diluncurkan oleh Prancis pada tahun 2014 di wilayah Sahel, mencakup negara-negara seperti Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania dan Niger. Operasi ini bertujuan untuk menekan ancaman kelompok teroris dan membantu pasukan Afrika dalam mengamankan wilayah mereka dan mencegah pembentukan atau rekonstruksi tempat perlindungan yang aman bagi teroris. Keterlibatan militer Prancis di Sahel didorong oleh tujuan strategis untuk mencegah penyebaran terorisme yang dapat mengancam keamanan dalam negeri dan mengelola tantangan migrasi yang berpotensi berdampak besar pada stabilitas politik dan sosial Prancis serta Uni Eropa. Penelitian ini menganalisis kebijakan kontra terorisme Prancis dalam konteks Operasi Barkhane dari tahun 2014 sampai 2022. Pada penelitian ini penulis menggunakan teori kontra terorisme yang dikemukakan oleh Paul R. Pillar yang terbagi menjadi 3 elemen yaitu Defensive Security, Offensive Counterterrorist Operation, dan Law Enforcement and Military Force. Hasil penelitian ini adalah kebijakan kontra terorisme Prancis melalui Operasi Barkhane diantaranya, penguatan terhadap pangkalan militer, kerja sama menggalang bantuan dan kerja sama menggabungkan kekuatan, intelijen, dan operasi militer yang dilakukan secara aktif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectOperasi Barkhaneen_US
dc.subjectKontra Terorismeen_US
dc.subjectSahelen_US
dc.subjectPrancisen_US
dc.titleKebijakan Kontra Terorisme Prancis melalui Operasi Barkhane di Wilayah Sahel Tahun 2014-2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323261


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record