Show simple item record

dc.contributor.authorI, Merliquica Timori Cinta
dc.date.accessioned2025-07-07T02:59:21Z
dc.date.available2025-07-07T02:59:21Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56709
dc.description.abstractMenurunnya minat masyarakat, khususnya di kalangan remaja, terhadap kesenian wayang menjadi latar belakang utama dalam perancangan Museum Wayang Indonesia di Kabupaten Wonogiri. Selain itu, rencana Pemerintah Daerah untuk mengembangkan fasilitas museum yang saat ini masih memanfaatkan bekas rumah tinggal sebagai kantor dan bangunan joglo sebagai ruang pamer turut menjadi pendorong dilakukannya perancangan baru. Sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik dan pemahaman pengunjung terhadap warisan budaya tersebut, pendekatan arsitektur naratif dipilih dalam perancangan museum. Pendekatan ini dirancang agar pengunjung dapat mengikuti alur cerita yang terstruktur, memahami konten museum dengan lebih mudah, serta memperoleh pengalaman ruang yang lebih mendalam dan imersif. Konsep naratif dikembangkan berdasarkan jenis dan asal-usul koleksi yang dimiliki museum, serta mengangkat salah satu kisah wayang sebagai storyline utama yang kemudian dijadikan landasan dalam proses konseptual maupun perwujudan desain ruang. Melalui pendekatan ini, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai medium edukatif dan pengalaman budaya yang hidup. Diharapkan, melalui perancangan yang mengusung pendekatan naratif ini, kesenian wayang yang kini mulai terlupakan dapat kembali dihidupkan dan dikenalkan secara lebih luas kepada generasi muda.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMuseum Wayangen_US
dc.subjectArsitektur Naratifen_US
dc.subjectWonogirien_US
dc.titlePerancangan Museum Wayang Indonesia Dengan Pendekatan Arsitektur Naratif Di Kabupaten Wonogirien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20512251


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record