| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Enterprise Architecture (EA) guna
meningkatkan tata kelola Information Technology (IT) di Puskesmas Sleman melalui
penerapan framework Integrated Multidimensional Enterprise Architecture (idEA). Puskesmas
Sleman menghadapi tantangan dalam pengelolaan sistem yang belum terstruktur dan
terintegrasi dengan baik. Berbagai aplikasi yang digunakan oleh pegawai, baik yang disediakan
oleh Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan, sering kali beroperasi secara terpisah
tanpa adanya integrasi yang jelas. Banyaknya aplikasi yang sering diperbarui menambah beban
administratif pegawai, yang sering kali harus memasukkan data yang sama ke berbagai aplikasi
berbeda, berisiko menyebabkan duplikasi dan kesalahan input. Selain itu, pegawai juga harus
berpindah-pindah antara sistem untuk menyelesaikan tugas yang serupa, yang mengurangi
efisiensi kerja dan memperlambat koordinasi antar unit kerja. Meskipun seluruh sistem berasal
dari pemerintah, kurangnya tata kelola TI internal yang jelas menyebabkan pegawai kesulitan
memahami alur sistem dan aplikasi yang ada. Selain itu, pegawai kurang memiliki pemahaman
yang komprehensif mengenai alur kerja yang harus diikuti, sehingga memperburuk
pengelolaan dan menghambat pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mencakup
observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk memahami kondisi eksisting serta
merancang model arsitektur yang lebih efisien. Proses penelitian ini mengikuti tujuh tahapan
dalam framework idEA, yaitu Project Planning, Architecture Vision, Business Architecture,
Data Architecture, Application Architecture, Technology Architecture, dan Architecture
Implementation, yang bertujuan untuk menganalisis kebutuhan, memodelkan proses, serta
menghasilkan artefak arsitektur yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan framework idEA dapat meningkatkan
interoperabilitas antar sistem dan menyederhanakan tata kelola IT di Puskesmas Sleman.
Dengan mengintegrasikan elemen-elemen dalam dimensi strategis, bisnis, data, aplikasi, dan
teknologi, framework ini berhasil memberikan model arsitektur yang mengoptimalkan alur
kerja dan meningkatkan koordinasi antar unit kerja. Penerapan EA ini mendukung perencanaan
dan pengelolaan transformasi digital yang lebih terstruktur dan efisien, serta diharapkan dapat
meningkatkan kualitas pengelolaan IT dan mendukung keberlanjutan transformasi digital di
layanan kesehatan primer. | en_US |