Show simple item record

dc.contributor.authorGading, Tanziila Aziizi
dc.date.accessioned2025-07-07T02:19:21Z
dc.date.available2025-07-07T02:19:21Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56706
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Enterprise Architecture (EA) guna meningkatkan tata kelola Information Technology (IT) di Puskesmas Sleman melalui penerapan framework Integrated Multidimensional Enterprise Architecture (idEA). Puskesmas Sleman menghadapi tantangan dalam pengelolaan sistem yang belum terstruktur dan terintegrasi dengan baik. Berbagai aplikasi yang digunakan oleh pegawai, baik yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan, sering kali beroperasi secara terpisah tanpa adanya integrasi yang jelas. Banyaknya aplikasi yang sering diperbarui menambah beban administratif pegawai, yang sering kali harus memasukkan data yang sama ke berbagai aplikasi berbeda, berisiko menyebabkan duplikasi dan kesalahan input. Selain itu, pegawai juga harus berpindah-pindah antara sistem untuk menyelesaikan tugas yang serupa, yang mengurangi efisiensi kerja dan memperlambat koordinasi antar unit kerja. Meskipun seluruh sistem berasal dari pemerintah, kurangnya tata kelola TI internal yang jelas menyebabkan pegawai kesulitan memahami alur sistem dan aplikasi yang ada. Selain itu, pegawai kurang memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai alur kerja yang harus diikuti, sehingga memperburuk pengelolaan dan menghambat pengambilan keputusan berbasis data yang akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mencakup observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk memahami kondisi eksisting serta merancang model arsitektur yang lebih efisien. Proses penelitian ini mengikuti tujuh tahapan dalam framework idEA, yaitu Project Planning, Architecture Vision, Business Architecture, Data Architecture, Application Architecture, Technology Architecture, dan Architecture Implementation, yang bertujuan untuk menganalisis kebutuhan, memodelkan proses, serta menghasilkan artefak arsitektur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan framework idEA dapat meningkatkan interoperabilitas antar sistem dan menyederhanakan tata kelola IT di Puskesmas Sleman. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen dalam dimensi strategis, bisnis, data, aplikasi, dan teknologi, framework ini berhasil memberikan model arsitektur yang mengoptimalkan alur kerja dan meningkatkan koordinasi antar unit kerja. Penerapan EA ini mendukung perencanaan dan pengelolaan transformasi digital yang lebih terstruktur dan efisien, serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan IT dan mendukung keberlanjutan transformasi digital di layanan kesehatan primer.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEnterprise Architectureen_US
dc.subjectFramework idEAen_US
dc.subjectPuskesmas Slemanen_US
dc.subjectTata Kelola ITen_US
dc.subjectTransformasi Digitalen_US
dc.titlePengembangan Enterprise Architecture untuk meningkatkan Tata Kelola IT menggunakan Framework Idea : Studi Kasus Puskesmas Slemanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21523021


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record