| dc.description.abstract | Teknologi telah mengubah hampir semua aspek tata kelola bisnis, termasuk efisiensi
operasional, pengambilan keputusan, hingga inovasi produk dan layanan. Salah satu contoh
nyata adalah industri hiburan, khususnya platform layanan streaming seperti Netflix, yang
memanfaatkan teknologi dan analisis data untuk mengembangkan serta merekomendasikan
konten kepada pengguna.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis industri hiburan pada platform Netflix
berdasarkan konten yang diproduksi oleh berbagai negara di dunia. Data yang digunakan dalam
penelitian ini berjumlah 8.807 baris dengan 12 atribut berbeda, yang mencakup informasi
seperti jenis tayangan, negara asal, tanggal rilis, durasi, hingga klasifikasi usia. Analisis
dilakukan dengan menerapkan metode Exploratory Data Analysis(EDA), visualisasi data, serta
algoritma K-means Clustering.
Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis tayangan di Netflix didominasi oleh film (69,7%
atau 6.126 entri), sementara acara TV mencakup 30,3% (2.664 entri). Dari segi waktu rilis,
film memiliki rata-rata tahun rilis mundur sebesar 5,73 tahun dengan rentang maksimum 75
tahun, sedangkan acara TV rata-rata mundur selama 2,30 tahun dengan maksimum 93 tahun.
Puncak perilisan film terjadi pada bulan Juli (565 rilis), sedangkan acara TV lebih sering dirilis
pada bulan Desember (265 rilis).
Negara-negara seperti Amerika Serikat, India, dan Inggris tercatat sebagai produsen konten
terbanyak, sementara konten dari negara-negara Asia dan Eropa juga menunjukkan potensi
besar dalam menarik perhatian pengguna. Genre yang paling dominan adalah "International
Movies" dengan 2.752 rilis, diikuti oleh genre "Dramas". Selain itu, konten anak-anak,
khususnya dengan klasifikasi usia TV-Y dan TV-Y7, banyak ditemukan dalam perilisan acara
TV, menunjukkan upaya Netflix dalam menyediakan tayangan ramah anak. Pada tahap
klasterisasi, proses K-Means dilakukan secara terpisah untuk film dan TV Show. Untuk film,
terbentuk dua klaster utama: klaster pertama berisi film-film lama dengan variasi durasi yang
lebih luas, sedangkan klaster kedua didominasi oleh film-film modern dengan durasi yang lebih
konsisten di sekitar 90–120 menit. Pada TV Show, klaster pertama berisi sebagian besar
tayangan berdurasi pendek (1–3 episode), umumnya berupa mini-series modern, sedangkan
klaster lainnya berisi konten dengan jumlah episode lebih banyak dan tahun rilis yang lebih
bervariasi. | en_US |