Show simple item record

dc.contributor.authorSuraya, Patandya Wisnu
dc.date.accessioned2025-07-03T04:57:09Z
dc.date.available2025-07-03T04:57:09Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56687
dc.description.abstractTeknologi telah mengubah hampir semua aspek tata kelola bisnis, termasuk efisiensi operasional, pengambilan keputusan, hingga inovasi produk dan layanan. Salah satu contoh nyata adalah industri hiburan, khususnya platform layanan streaming seperti Netflix, yang memanfaatkan teknologi dan analisis data untuk mengembangkan serta merekomendasikan konten kepada pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis industri hiburan pada platform Netflix berdasarkan konten yang diproduksi oleh berbagai negara di dunia. Data yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8.807 baris dengan 12 atribut berbeda, yang mencakup informasi seperti jenis tayangan, negara asal, tanggal rilis, durasi, hingga klasifikasi usia. Analisis dilakukan dengan menerapkan metode Exploratory Data Analysis(EDA), visualisasi data, serta algoritma K-means Clustering. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis tayangan di Netflix didominasi oleh film (69,7% atau 6.126 entri), sementara acara TV mencakup 30,3% (2.664 entri). Dari segi waktu rilis, film memiliki rata-rata tahun rilis mundur sebesar 5,73 tahun dengan rentang maksimum 75 tahun, sedangkan acara TV rata-rata mundur selama 2,30 tahun dengan maksimum 93 tahun. Puncak perilisan film terjadi pada bulan Juli (565 rilis), sedangkan acara TV lebih sering dirilis pada bulan Desember (265 rilis). Negara-negara seperti Amerika Serikat, India, dan Inggris tercatat sebagai produsen konten terbanyak, sementara konten dari negara-negara Asia dan Eropa juga menunjukkan potensi besar dalam menarik perhatian pengguna. Genre yang paling dominan adalah "International Movies" dengan 2.752 rilis, diikuti oleh genre "Dramas". Selain itu, konten anak-anak, khususnya dengan klasifikasi usia TV-Y dan TV-Y7, banyak ditemukan dalam perilisan acara TV, menunjukkan upaya Netflix dalam menyediakan tayangan ramah anak. Pada tahap klasterisasi, proses K-Means dilakukan secara terpisah untuk film dan TV Show. Untuk film, terbentuk dua klaster utama: klaster pertama berisi film-film lama dengan variasi durasi yang lebih luas, sedangkan klaster kedua didominasi oleh film-film modern dengan durasi yang lebih konsisten di sekitar 90–120 menit. Pada TV Show, klaster pertama berisi sebagian besar tayangan berdurasi pendek (1–3 episode), umumnya berupa mini-series modern, sedangkan klaster lainnya berisi konten dengan jumlah episode lebih banyak dan tahun rilis yang lebih bervariasi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNetflixen_US
dc.subjectData Analisisen_US
dc.subjectExploratory Data Analysis (EDA)en_US
dc.subjectVisualisasi Dataen_US
dc.subjectK- meansen_US
dc.subjectPythonen_US
dc.titleEksplorasi dan Visualisasi Data Konten Netflix Berdasarkan Perbandingan Film dan Acara TV yang dibuat Oleh Negara di Duniaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21523098


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record