• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki pada Penggunaan Obat Gangguan Tiroid Serta Faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUP dr. Sardjito

    Thumbnail
    View/Open
    21613013.pdf (6.026Mb)
    Date
    2025
    Author
    Rosnadiana, Hana Mariska
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Penatalaksanaan gangguan tiroid yang efektif diperlukan untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Namun, penelitian terkait efektivitas serta kejadian reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD) masih terbatas. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas terapi dan kejadian ROTD pada pasien gangguan tiroid serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode: Rancangan observasional potong-lintang retrospektif pada pasien gangguan tiroid di RSUP Dr. Sardjito periode 2020-2024. Efektivitas dan ROTD dinilai berdasarkan gejala dan/atau tanda klinis dalam rekam medis. Analisis hubungan karakteristik demografi dan klinis dengan efektivitas atau ROTD menggunakan uji Chi Square atau uji Fisher serta regresi logistik. Hasil: Efektivitas terapi pada pasien hipertiroid (n=188) dan hipotiroid (n=70) berturut-turut adalah 85,6% dan 92,9%. Usia berpengaruh signifikan terhadap efektivitas terapi hipertiroid(OR 5,29; IK95%=1,36–21,69), sementara pada hipotiroid tidak ditemukan faktor bermakna. ROTD terbanyak pada hipertiroid adalah nyeri sendi dan hipotiroid iatrogenik pada pengguna regimen terapi kombinasi methimazol dan propranolol, sedangkan pada hipotiroid berupa thyrotoxicosis factitia dan nyeri dada. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara karakteristik demografi dan klinis dengan kejadian ROTD. Kesimpulan: Mayoritas pasien gangguan tiroid menunjukkan respons terapi yang baik. Namun prevalensi ROTD yang cukup tinggi memerlukan strategi pencegahan khusus.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56684
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV