Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki pada Penggunaan Obat Gangguan Tiroid Serta Faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUP dr. Sardjito
Abstract
Latar belakang: Penatalaksanaan gangguan tiroid yang efektif diperlukan untuk
mencegah komplikasi jangka panjang. Namun, penelitian terkait efektivitas serta
kejadian reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD) masih terbatas.
Tujuan: Mengevaluasi efektivitas terapi dan kejadian ROTD pada pasien
gangguan tiroid serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya.
Metode: Rancangan observasional potong-lintang retrospektif pada pasien
gangguan tiroid di RSUP Dr. Sardjito periode 2020-2024. Efektivitas dan ROTD
dinilai berdasarkan gejala dan/atau tanda klinis dalam rekam medis. Analisis
hubungan karakteristik demografi dan klinis dengan efektivitas atau ROTD
menggunakan uji Chi Square atau uji Fisher serta regresi logistik.
Hasil: Efektivitas terapi pada pasien hipertiroid (n=188) dan hipotiroid (n=70)
berturut-turut adalah 85,6% dan 92,9%. Usia berpengaruh signifikan terhadap
efektivitas terapi hipertiroid(OR 5,29; IK95%=1,36–21,69), sementara pada
hipotiroid tidak ditemukan faktor bermakna. ROTD terbanyak pada hipertiroid
adalah nyeri sendi dan hipotiroid iatrogenik pada pengguna regimen terapi
kombinasi methimazol dan propranolol, sedangkan pada hipotiroid berupa
thyrotoxicosis factitia dan nyeri dada. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara
karakteristik demografi dan klinis dengan kejadian ROTD.
Kesimpulan: Mayoritas pasien gangguan tiroid menunjukkan respons terapi yang
baik. Namun prevalensi ROTD yang cukup tinggi memerlukan strategi pencegahan
khusus.
Collections
- Pharmacy [1896]
