Aktivitas Sitotoksik Jamur Endofit Fusarium sp. Galur HCL-8 dan HCL-9 yang diisolasi dari Houttuynia cordata Thunb. pada Sel A549 dan HeLa
Abstract
Latar belakang: Kanker paru-paru dan serviks berkaitan dengan Multidrug
Resistance (MDR) penyebab >90% kematian. Jamur endofit Fusarium sp.
berpotensi dikembangkan sebagai agen sitotoksik.
Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak jamur endofit
Fusarium sp. galur HCL-8 dan HCL-9 dari H. cordata Thunb. terhadap sel A549
dan sel HeLa menggunakan metode uji MTT.
Metode: Jamur endofit Fusarium sp. galur HCL-8 dan HCL-9 dikultivasi pada
media Potato Dextrose Agar (PDA) selama 21 hari. Ekstraksi dilakukan dengan
sonikasi dan shaking. Pengujian MTT dilakukan dengan konsentrasi 3,91-500 ppm
pada sel A549 dan sel HeLa.
Analisis hasil: Aktivitas sitotoksik ditentukan dari nilai IC50 dan Selectivity Index
(SI).
Hasil: Nilai IC50 ekstrak etil asetat Fusarium sp. galur HCL-9 terhadap sel A549,
sel HeLa, dan sel normal HDFa secara berturut-turut adalah 178,70 ppm, 121,21
ppm, dan 311,40 ppm. Berdasarkan perbandingan terhadap sel normal, nilai SI yang
diperoleh >2, menunjukkan bahwa ekstrak galur HCL-9 memiliki aktivitas
sitotoksik yang selektif terhadap sel. Sementara itu, ekstrak Fusarium sp. galur
HCL-8 menunjukkan nilai IC50 >500 ppm pada seluruh jenis sel yang diuji.
Kesimpulan: Fusarium sp. galur HCL-8 tidak beraktivitas sitotoksik, sedangkan
galur HCL-9 memiliki aktivitas sitotoksik.
Collections
- Pharmacy [1896]
