Penapisan Aktivitas Antibakteri dan Antijamur Endofit Phomopsis Sp. Pcl-y-1-a dan Arthrinium Sp. Pcl -y- 38- B yang diisolasi dari Peronema Canescens Jack
Abstract
Latar belakang: Resistensi antibiotik menjadi ancaman serius bagi kesehatan
global, dengan prediksi WHO mencapai 10 juta kematian pada tahun 2050.
Penggunaan antibiotik yang tidak terkendali mendorong pencarian agen
antimikroba baru. Salah satu sumber potensial antimikroba adalah jamur endofit
dengan kemampuannya menghasilkan metabolit bioaktif yang menyerupai
senyawa dari tanaman inangnya. Peronema canescens Jack (daun sungkai)
diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antikanker, dan antioksidan yang layak
sebagai sumber jamur endofit.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antibakteri
serta antijamur dari ekstrak jamur endofit Phomopsis sp. PCL-Y-1-A dan
Arthrinium sp. PCL-Y-38-B yang diisolasi dari Peronema canescens Jack.
Metode: Jamur endofit dikultur pada media PDA selama 14 hingga 35 hari pada
suhu 28 °C. Dilakukan ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat hingga diperoleh
ekstrak kental. Uji aktivitas antimikroba dilakukan menggunakan metode difusi
cakram terhadap Escherichia coli (ATCC 25922), Staphylococcus aureus (ATCC
25923), Bacillus subtilis (ATCC 6633), dan Candida albicans (ATCC 10231).
Hasil: Ekstrak etil asetat dari kedua jamur endofit tidak menunjukkan zona hambat
terhadap semua mikroorganisme uji. Zona hambat hanya muncul pada
kloramfenikol dan nystatin, menandakan validitas metode uji.
Kesimpulan: Ekstrak etil asetat dari kedua jamur endofit yang diisolasi dari
Peronema canescens Jack terhadap mikroba uji tidak memiliki aktivitas antibakteri
dan antijamur.
Collections
- Pharmacy [1896]
