Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki pada Penggunaan Obat Gangguan Tiroid Serta Faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUD Sleman
Abstract
Latar belakang : Gangguan tiroid merupakan penyakit endokrin yang memerlukan
terapi jangka panjang, sehingga berisiko menimbulkan reaksi obat yang tidak
dikehendaki (ROTD). Efektivitas terapi obat gangguan tiroid dapat bervariasi antar
pasien yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi obat
gangguan tiroid dan kejadian ROTD serta faktor-faktor yang memengaruhinya di
RSUD Sleman.
Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional cross sectional
dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien rawat jalan
tahun 2020-2024 di RSUD Sleman. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-
Square atau Fisher’s Exact, dan dilanjutkan regresi logistik untuk analisis
multivariat.
Hasil : Sebanyak 70 pasien memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 65 pasien
hipertiroid dan 5 pasien hipotiroid. Hasil menunjukkan bahwa terapi kombinasi
methimazole dan propranolol serta terapi tunggal levotiroksin menunjukkan
proporsi efektif terbanyak. ROTD ditemukan pada 23,1% pasien hipertiroid, berupa
nyeri sendi, mual, dan hipotiroid iatrogenik, sedangkan tidak ditemukan ROTD
pada pasien hipotiroid. Faktor yang secara signifikan memengaruhi kejadian ROTD
adalah penggunaan ≥3 jenis obat (OR 0,101; 95% CI 0,012-0,845). Tidak
ditemukan faktor yang memengaruhi efektivitas terapi.
Kesimpulan : Mayoritas pasien dengan gangguan tiroid yang mendapatkan
pengobatan menunjukkan efektivitas terapi yang baik. Penggunaan ≥3 jenis obat
berpotensi menyebabkan ROTD, sehingga perlu memonitor kondisi pasien.
Collections
- Pharmacy [1871]
