Kajian Interaksi Obat Antibiotik dan Perubahan Parameter PK/PD : Studi Retrospektif di Unit Perawatan Intensive
Abstract
Latar Belakang: Di ICU, interaksi obat menjadi perhatian utama karena pasien
kritis sering mengalami infeksi berat dengan berbagai komorbid sehingga
menerima berbagai macam obat, termasuk antibiotik. Interaksi obat dengan
antibiotik dapat mengubah profil farmakokinetik dan farmakodinamik, yang
memicu ketidakefektivan dan resistensi antibiotik.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola interaksi antara
antibiotik dan obat lain pada pasien di Intensive Care Unit (ICU).
Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan
pengumpulan data secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan catatan
pengobatan pasien ICU di Rumah Sakit Akademik UGM. Analisis data dilakukan
menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2019 dan perangkat lunak Monolix 2024R1
dengan PK/PD modelling.
Analisis Data: Pola interaksi dengan parameter PK/PD dianalisis dengan
menggunakan pendekatan bivariat untuk menganalisis efek interaksi obat antibiotik
dengan obat lain yang digunakan di ICU terhadap parameter PK/PD.
Hasil : Dari 97 pasien, 35 pasien (36,09%) berpotensi mengalami interaksi obat,
dengan interaksi aktual terjadi pada 2 pasien (2,06%). Sebagian besar interaksi
bersifat farmakodinamik (80%) dan tergolong tingkat keparahan sedang. Antibiotik
yang paling banyak digunakan adalah meropenem. Analisis penggunaan antibiotik
menunjukkan adanya penurunan clearance (Cl), peningkatan IC50, dan perubahan
onset efek (ke0), yang menunjukkan penurunan efektivitas klinis.
Kesimpulan : Interaksi antibiotik dengan obat lain di ICU secara signifikan
memengaruhi parameter PK/PD dan efektivitas terapi. Pemantauan interaksi obat
sangat penting untuk mencegah risiko efek samping dan resistensi antibiotik.
Collections
- Pharmacy [1871]
