Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki Pada Penggunaan Obat Antiosteoporosis di RSUD Kota Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Osteoporosis memengaruhi sekitar 200 juta orang di dunia dan
memerlukan penelitian lebih lanjut di Indonesia untuk menilai efektivitas terapi dan
reaksi obat tidak diinginkan (ROTD) dari obat antiosteoporosis yang tersedia.
Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi dan ROTD obat antiosteoporosis serta
faktor-faktor yang memengaruhinya.
Metode: Rancangan observasional potong-lintang pada pasien osteoporosis di
RSUD Kota Yogyakarta periode 2020-2024 secara retrospektif.
Analisis Data: Secara bivariat menggunakan uji Chi Square atau uji Fisher.
Variabel dengan nilai p < 0,25 dilanjutkan ke regresi logistik untuk mengevaluasi
pengaruh karakteristik pasien terhadap efektivitas terapi dan ROTD pada
penggunaan obat antiosteoporosis.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 85 pasien dengan regimen paling banyak
digunakan adalah kombinasi kalsium, vitamin D, dengan anti nyeri. Faktor jenis
kelamin (OR 5,692; IK95% = 1,512-162,848) dan IMT (OR 9,792; IK95% = 1,946-
49,269) berhubungan terhadap efektivitas terapi. Kejadian ROTD hanya empat
kasus dengan kasus terbanyak adalah nyeri perut.
Kesimpulan: Mayoritas pasien osteoporosis menunjukkan efektivitas sesuai
dengan yang diharapkan (81,2%) dengan kejadian ROTD relatif rendah yaitu empat
kasus ringan (4,7%). Tidak ditemukan pasien dengan pemeriksaan parameter bone
mineral density (BMD) menjadikan dasar penilaian efektivitas banyak didasarkan
pada tanda/gejala klinis dan hasil radiologi penunjang selama masa pemantauan.
Collections
- Pharmacy [1885]
