| dc.description.abstract | Latar Belakang: Resistensi antimikroba (AMR) yang menyebabkan 700.000
kematian setiap tahun mendorong eksplorasi senyawa antimikroba baru dari sumber
alam. Jamur endofit, seperti yang ditemukan pada tanaman Peronema canescens
(Sungkai), menghasilkan senyawa bioaktif dengan aktivitas antimikroba signifikan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi jamur endofit yang
diisolasi dari daun P. canescens, yaitu Phomopsis sp. galur PCL-O-35 dan
Neopestalotiopsis sp. galur PCL-O-36, sebagai agen antibakteri dan antijamur.
Metode: Ekstrak etil asetat dari jamur endofit Phomopsis sp. galur PCL-O-35 dan
Neopestalotiopsis sp. galur PCL-O-36 diuji aktivitas antimikrobanya terhadap
Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Candida albicans.
Pengujian dilakukan dengan metode mikrodilusi untuk menentukan nilai
Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM)
secara kuantitatif. Kloramfenikol (1 mg/mL) dan Nistatin (5mg/mL) digunakan
sebagai kontrol positif, sedangkan DMSO 0,8% digunakan sebagai kontrol negatif.
Hasil: Dari penelitian ini, ekstrak Phomopsis sp. galur PCL-O-35 menunjukkan
aktivitas antibakteri terhadap B. subtilis (KHM 3.125 ppm dan KBM 6.250 ppm)
dan S. aureus (KHM 25.000 ppm dan KBM 50.000 ppm). Sebaliknya, esktrak
Neopestalotiopsis sp. galur PCL-O-36 tidak menunjukkan aktivitas terhadap semua
mikroorganisme uji.
Kesimpulan: Ekstrak Phomopsis sp. galur PCL-O-35 menunjukkan aktivitas
antimikroba terhadap bakteri Gram-positif seperti B. subtilis dan S. aureus,
sementara ekstrak Neopestalotiopsis sp. galur PCL-O-36 tidak menunjukkan
aktivitas antimikroba. | en_US |