Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki pada Penggunaan Obat Anti Artritis Reumatoid di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta
Abstract
Latar Belakang: Terapi pengobatan Artritis Reumatoid (AR) memiliki berbagai jenis obat
dengan profil efektivitas dan reaksi obat tidak dikehendaki (ROTD) yang bervariasi, serta
dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Tujuan: Penelitian ini menganalisis efektivitas dan ROTD, serta faktor-faktor yang
memengaruhinya pada pasien AR.
Metode: Rancangan observasional potong lintang pada pasien AR Rumah Sakit Bethesda
Yogyakarta periode 2020–2024 dengan metode retrospektif.
Analisis Data: Data dianalisis menggunakan uji bivariat dan multivariat regresi logistik
untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dengan efektivitas terapi dan
kejadian ROTD. Variabel yang berpengaruh terhadap efektivitas dan ROTD dilihat
berdasarkan perolehan p-value dan OR 95%CI untuk menilai kekuatan korelasinya.
Hasil: Efektivitas terapi dicapai pada 37 pasien berdasarkan penilaian perbaikan gejala dan
parameter CDAI, namun tidak terdapat faktor yang memengaruhi efektivitas terapi anti-AR.
Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (84,1%) dengan regimen yang paling banyak
digunakan adalah kombinasi metotreksat dan metilprednisolon. ROTD tercatat pada 27
pasien dengan total 43 kejadian. Faktor yang berhubungan signifikan dengan ROTD adalah
jenis kelamin (p=0,022;OR=0,115; IK95%=0,014–0,956) dan bagian sendi yang terlibat
(p=0,020;OR=0,210; IK95%=0,053–0,837).
Kesimpulan: Jenis kelamin dan bagian sendi yang terlibat merupakan faktor penting dalam
menentukan kejadian ROTD pada pasien AR. Insufisiensi vitamin D ditemukan sebagai
ROTD yang dicurigai pada pengguna metotreksat.
Collections
- Pharmacy [1896]
