Perancangan Pusat Perbelanjaan dengan Pendekatan Bioklimatik di Harapan Indah, Bekasi
Abstract
Perancangan pusat perbelanjaan dengan pendekatan bioklimatik di kawasan Harapan Indah, Bekasi ini merupakan respon terhadap tantangan
lingkungan yang muncul akibat urbanisasi modern. Permasalahan umum dalam perancangan ini adalah bagaimana merancang pusat
perbelanjaan berkelanjutan yang terintegrasi dengan ruang hijau guna mengoptimalkan efisiensi energi dan kenyamanan termal di kawasan
Harapan Indah, Bekasi.Permasalahan khusus terdiri atas dua hal. Pertama, bagaimana merancang tata ruang pusat perbelanjaan yang responsif
terhadap kebutuhan pengguna sekaligus memaksimalkan penerapan pendekatan bioklimatik pada bangunan. Kedua, bagaimana merancang
integrasi ruang hijau yang mampu meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan termal dalam desain pusat perbelanjaan.
Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan rancangan pusat perbelanjaan di Kota Harapan Indah, Bekasi, dengan mempertimbangkan aspek
bangunan sehat melalui integrasi ruang hijau dan pendekatan bioklimatik sebagai wadah aktivitas komersial yang berkelanjutan dan
mendukung kualitas hidup masyarakat sekitar.
Metodologi perancangan melibatkan analisis permasalahan lingkungan, studi preseden, serta penerapan prinsip bangunan bioklimatik.
Ventilasi alami dicapai dengan memanfaatkan efek terowongan angin. Sinar matahari langsung dikendalikan dengan penggunaan elemen
peneduh seperti kanopi dan bilah-bilah. Teknologi hemat energi, seperti panel surya, diterapkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap
bahan bakar fosil. Hasil rancangan pada Bab 4 menunjukkan bahwa integrasi ruang terbuka hijau secara strategis—baik pada tapak maupun
elemen bangunan seperti taman atap (rooftop garden) dan vegetasi vertikal—berfungsi efektif dalam menurunkan suhu mikroklimat dan
meningkatkan kualitas udara. Simulasi teknis pada Bab 5 dilakukan untuk menguji performa desain secara fungsional dan ekologis. Simulasi
pencahayaan menunjukkan distribusi cahaya alami yang merata sepanjang hari, sedangkan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics)
membuktikan kelancaran sirkulasi udara melalui void dan bukaan bangunan. Selain itu, perhitungan vegetasi menunjukkan kemampuan
elemen hijau dalam menyerap emisi CO2 serta partikel polutan udara (PM10 dan PM2.5), sehingga memperkuat kontribusi ekologis bangunan
terhadap lingkungan kota.Dengan demikian, perancangan pusat perbelanjaan ini tidak hanya menyediakan ruang komersial yang fungsional,
tetapi juga menjadi model pembangunan kota yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan iklim perkotaan. Diharapkan, rancangan
ini dapat menjadi referensi dalam penerapan pendekatan arsitektur bioklimatik pada pengembangan kawasan urban di Indonesia.
Collections
- Architecture [4119]
