Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki pada Penggunaan Obat Antiosteoporosis di RSUP dr. Sardjito
Abstract
Latar Belakang: Osteoporosis sering ditangani tanpa evaluasi terapi yang
menyeluruh, sehingga memerlukan pemantauan efektivitas dan reaksi obat tidak
dikehendaki (ROTD) guna mendukung keberhasilan pengobatan.
Tujuan: Menganalisis efektivitas dan kejadian ROTD dari obat antiosteoporosis
serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Metode: Studi observasional potong-lintang retrospektif dengan penilaian
berdasarkan tanda dan gejala klinis dari rekam medis pasien osteoporosis di RSUP
Dr. Sardjito periode Januari 2020-Desember 2024.
Analisis Data: Hubungan antarvariabel dinilai dengan uji Chi-Square atau Fisher.
Variabel dengan p-value <0,25 kemudian dilanjutkan dengan regresi logistik untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas dan ROTD.
Hasil: Dari 220 pasien, 70,5% mengalami perbaikan klinis setelah terapi. Mayoritas
pasien menerima rejimen tunggal kalsium, namun kombinasi kalsium, vitamin D,
dan bifosfonat menunjukkan hasil paling optimal. Variabel penyakit penyerta (OR
6,311; IK 95% 1,439-27,672) terbukti memengaruhi efektivitas terapi obat.
Kejadian ROTD dilaporkan pada 39 pasien (17,7%), didominasi hiperkalsemia (27
kejadian) pada pasien osteoporosis dengan penyakit ginjal kronik, diikuti keluhan
mual (6 kejadian), nyeri perut (5 kejadian), dan sakit kepala (1 kejadian). Namun,
tidak ditemukan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian ROTD.
Kesimpulan: Terapi antiosteoporosis menunjukkan efektivitas terapi obat yang
tinggi meskipun disertai beberapa kejadian ROTD. Studi prospektif dengan
populasi spesifik dan penilaian kausalitas diperlukan untuk memastikan efektivitas
serta meningkatkan keamanan terapi.
Collections
- Pharmacy [1896]
