| dc.description.abstract | Latar belakang: Konsumsi daging anjing di beberapa wilayah Asia menimbulkan
kekhawatiran kesehatan masyarakat karena potensi transmisi zoonosis seperti
Toxocara canis, Echinococcus granulosus, dan virus rabies, serta menimbulkan
masalah kehalalan bagi konsumen Muslim karena status haram daging anjing dalam
syariah Islam. Pencampuran atau kontaminasi silang dengan daging halal masih
sering terjadi di pasaran, sehingga diperlukan metode deteksi yang akurat
menggunakan GC-MS untuk mengidentifikasi profil asam lemak dan ANN untuk
mengkuantifikasi dan mengklasifikasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan komposisi asam
lemak antara daging sapi dan anjing serta mengembangkan model klasifikasi
berbasis Artificial Neural Network (ANN).
Metode: Ekstraksi lemak menggunakan metode Bligh & Dyer, analisis komposisi
asam lemak dengan GC-MS, dan klasifikasi menggunakan model ANN dengan
variasi hidden layer.
Hasil dan Pembahasan: GC-MS mengidentifikasi biomarker spesifik daging sapi
berupa asam miristat dan daging anjing berupa asam linoleate dan arakidonat.
Model ANN optimal dengan arsitektur 40-15 neuron pada hidden layer mencapai
akurasi 100% dalam klasifikasi dan kuantifikasi dengan RMSE training 0,134%,
RMSE testing 0,204%, serta nilai R2 mendekati sempurna (0,999 dan 0,998).
Kesimpulan: Kombinasi GC-MS dan ANN efektif mengidentifikasi dan
mengkuantifikasi cemaran daging anjing pada produk daging sapi, bahkan pada
sampel olahan. | en_US |