| dc.description.abstract | Amil alkohol adalah salah satu bahan kimia penting yang digunakan sebagai pelarut
dan aditif dalam berbagai produk industri, seperti cat, kosmetik, pelumas, dan thinner.
Pendirian pabrik amil alkohol di Indonesia memiliki potensi strategis untuk
mengurangi ketergantungan impor dan menstabilkan pasokan dalam negeri. Pabrik
direncanakan berdiri pada tahun 2030 di Bungah, Gresik, dengan kapasitas produksi
sebesar 25.000 ton/tahun. Pabrik akan dibangun di atas lahan seluas 84.191,51 m2 dan
melibatkan 200 karyawan, beroperasi selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun.
Proses produksi melibatkan dua reaksi utama, yaitu klorinasi pada 300°C dan 5,5 atm
serta hidrolisis pada 180°C dan 11 atm, dengan kebutuhan bahan baku pentana 4.311,21
kg/jam, klorin 4.139,52 kg/jam, NaOH 3.373,53 kg/jam, dan natrium oleat 1.133,96
kg/jam. Total kebutuhan utilitas mencapai 151.505,35 kg/jam. Analisis risiko
menunjukkan bahwa pabrik tergolong berisiko tinggi. Berdasarkan evaluasi ekonomi,
diperoleh keuntungan sesudah pajak sebesar Rp507.421.024.510 dengan ROI sebelum
dan sesudah pajak masing-masing sebesar 44,13% dan 34,42%. Nilai POT sebelum
dan sesudah pajak masing-masing adalah 1,85 tahun dan 2,25 tahun. Selain itu,
diperoleh BEP sebesar 41,63%, Shut Down Point (SDP) sebesar 20,46%, dan
Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 11,36%. Berdasarkan hasil
tersebut, pabrik amil alkohol dari pentana layak untuk didirikan di Indonesia. | en_US |