Show simple item record

dc.contributor.authorMunawwaroh, Aisyatul
dc.date.accessioned2025-06-25T05:10:49Z
dc.date.available2025-06-25T05:10:49Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56590
dc.description.abstractLatar belakang: Terapi pengobatan gangguan tiroid melibatkan berbagai pilihan obat dengan profil efektivitas dan keamanan yang bervariasi, yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas terapi, reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) akibat obat anti-gangguan tiroid, serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien gangguan tiroid. Metode: Studi observasional potong-lintang secara retrospektif pada pasien gangguan tiroid di RSUD Kota Yogyakarta periode 2020–2024. Efektivitas terapi dan kejadian ROTD dinilai berdasarkan gejala dan/atau tanda klinis dalam rekam medis. Analisis hubungan karakteristik pasien dengan efektivitas dan ROTD menggunakan Uji Chi-Square/Fisher’s Exact, dilanjutkan analisis regresi logistik untuk variabel dengan p < 0,25. Hasil: Penelitian ini melibatkan 170 pasien gangguan tiroid (162 pasien hipertiroid dan 8 pasien hipotiroid). Efektivitas terapi tercapai pada 67,9% pasien hipertiroid, dengan tingkat keberhasilan tertinggi pada propiltiourasil (PTU) (78,6%) dalam kelompok regimen tunggal serta metimazol (MMI) dan propranolol (76,9%) pada kelompok regimen kombinasi. Respons klinis ini dipengaruhi signifikan oleh jenis kelamin perempuan (p = 0,048; OR 2,688; IK95% 1,007-7,175). ROTD terjadi pada 39,5% pasien hipertiroid, didominasi gejala mual, dan paling banyak ditemukan pada pengguna regimen PTU dan propranolol (31,25%), dengan tidak adanya faktor yang berhubungan signifikan (p > 0,05). Pada pasien hipotiroid, efektivitas terapi tercapai pada 5 dari 8 pasien, dengan satu kasus ROTD yaitu hipertiroid iatrogenik. Analisis lebih lanjut tidak dilakukan pada kelompok hipotiroid karena keterbatasan jumlah sampel. Kesimpulan: Sebagian besar pasien gangguan tiroid yang mendapatkan pengobatan menunjukkan respons klinis yang diharapkan. Tingginya kejadian ROTD mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk merumuskan strategi pencegahan yang efektif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHipertiroiden_US
dc.subjecthipotiroiden_US
dc.subjectEfektivitas Terapien_US
dc.subjectReaksi Obat yang Tidak Dikehendakien_US
dc.titleEfektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki pada Pengobatan Gangguan Tiroid Serta Faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUD Kota Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613189


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record