Show simple item record

dc.contributor.authorSafitri, Marita Destiara
dc.date.accessioned2025-06-24T06:09:24Z
dc.date.available2025-06-24T06:09:24Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56569
dc.description.abstractLatar belakang : Kejadian resistensi antibiotik masih menjadi permasalahan di berbagai negara. Penggunaan antibiotik tidak tepat dapat berkontribusi pada peningkatan kejadian resistensi sehingga perlu dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik melalui pedoman yang telah diterbitkan WHO yang mengklasifikasikan antibiotik berdasarkan AWaRe (access, watch, reserve). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik di Puskesmas Ngemplak 1 menggunakan metode ATC/DDD, DU 90%, dan klasifikasi AWaRe tahun 2021-2024. Metode Penelitian : Pengambilan data secara restrospektif dari data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) dan Smarthealth puskesmas Ngemplak 1 periode 2021-2024. Data kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC), Defined Daily Dose (DDD), Drug Utilitazation 90% dan klasifikasi AWaRe pada Microsoft Excel. Hasil : Penggunaan antibiotik terbanyak yaitu amoksisilin dengan nilai 387,88 DDD/KPRJ dan antibiotik yang konsisten masuk ke dalam segmen DU 90% adalah amoksisilin. Berdasarkan klasifikasi AWaRe penggunaan terbanyak yaitu kelompok access dengan rata-rata sebesar 92,81%. Kesimpulan : Profil penggunaan antibiotik terbanyak adalah amoksisilin dan klasifikasi antibiotik tertinggi kategori access.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAntibiotiken_US
dc.subjectAWaReen_US
dc.subjectATCen_US
dc.subjectDDDen_US
dc.subjectDU 90%en_US
dc.titleStudi Penggunaan Antibiotik di Puskesmas Ngemplak 1 Periode 2021-2024 berdasarkan Klasifikasi Awareen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613100


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record