| dc.description.abstract | Individu yang didiagnosis mengalami gagal ginjal kronik dan harus menjalani
hemodialisis cenderung mengalami perasaan yang sangat tertekan dan pada gilirannya
menjadi depresi. Untuk itu, pasien harus memiliki sumber daya psikologik seperti self-
efficacy dan strategi coping dalam mengurangi resiko terjadinya depresi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui peran strategi coping (problem-focused coping,
emotion-focused coping, dan avoidant coping) dalam menjelaskan pengaruh self-
efficacy terhadap kecenderungan depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisis. Partisipan dalam penelitian ini yaitu pasien dengan penyakit gagal ginjal
kronik yang menjalani hemodialisis, yang diperoleh dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Self-efficacy diukur dengan menggunakan skala Self-Efficacy for
Managing Chronic Disease 6-Item Scale, strategi coping diukur dengan skala Brief COPE
Inventory 28-item, dan kecenderungan depresi diukur dengan skala DASS-D. Analisis
data dalam penelitian ini menggunakan structural equation modeling (PLS-SEM). Hasil
yang diperoleh menunjukkan bahwa problem-focused coping (β = -0,054, p = 0,009),
emotion-focused coping (β = -0,040, p = 0,015), dan avoidant coping (β = -0,039, p =
0,048) berperan sebagai mediator parsial pada pengaruh antara self-efficacy terhadap
kecenderungan depresi pasien dengan terapi hemodialisis. Implikasi dalam penelitian
ini dapat dijadiakan sebagai acuan pengembangan model teoritis dan perumusan
program intervensi dalam mengatasi kecenderungan pasien gagal ginjal kronik
khususnya dalam bidang profesional dan terapan psikologi. | en_US |