Hubungan Parent Attachment Terhadap Welas Diri Remaja Akhir
Abstract
Masa remaja akhir merupakan tahap perkembangan yang penuh tantangan, di mana
individu mulai menghadapi tekanan yang semakin meningkat, baik dari lingkungan
maupun dari dalam dirinya sendiri. Pada masa ini, kemampuan untuk
mempraktikkan welas diri menjadi sangat penting, karena memungkinkan remaja
menerima kekurangan dan kesalahan dirinya tanpa menghakimi secara keras. Salah
satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan welas diri adalah kelekatan
remaja dengan orang tua (parent attachment). Penelitian ini bertujuan untuk
menguji hubungan antara kelekatan dengan orang tua (baik kepada ayah maupun
ibu) dan welas diri pada remaja akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri dari 217 remaja akhir
berusia 18 hingga 21 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Inventory of Parent
and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan dengan orang tua, serta
Self-Compassion Scale (SCS) untuk menilai tingkat welas diri. Hasil penelitian
menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara kelekatan dengan ayah
(r = 0,366, p < 0,001) dan ibu (r = 0,393, p < 0,001) dengan welas diri. Kelekatan
dengan ayah dan ibu masing-masing memberikan kontribusi sebesar 13,4% dan
15,4% terhadap varians welas diri. Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan
yang lebih kuat dengan orang tua berkaitan dengan tingkat welas diri yang lebih
tinggi pada remaja akhir. Hasil ini konsisten dengan temuan sebelumnya yang
menyoroti pentingnya hubungan keluarga yang aman dalam menumbuhkan welas
diri dan ketahanan psikologis selama masa remaja
Collections
- Psychology [244]
