| dc.description.abstract | Kerjasama Indonesia-Jepang telah terjalin dalam sejarah yang panjang.
Hubungan ini bahkan telah ada jauh sebelum Perang Dunia II. Seiring dengan
berkembangnya waktu hubungan bilateral kedua negara berkembang secara progresif
di berbagai bidang, termasuk kerjasama bidang ekonomi dan teknis seperti pada
kerjasama pengembangan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya pada tahun 2017-2023
ketika saat itu Jepang berada di bawah kepemimpinan Shinzo Abe. Penelitian ini
menggunakan teori pengambilan keputusan luar negeri menurut William D. Coplin.
Kemudian metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang melatar belakangi Shinzo Abe dalam
kerjasama pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dengan Indonesia tahun
2017-2023 disebabkan adanya pengaruh dalam pengambilan keputusan luar negeri
tersebut dari faktor politik dalam negeri yang terdiri dari birokrat, partai, kepentingan
dan masyarakat. Selain itu, terdapat juga kapabilitas ekonomi dan militer berkaitan
dengan kapabilitas cekonomi Jepang sebagai negara maju dan kapabilitas JSDF untuk
mendukung program kerjasama ini sebagai misi non-konflik, serta dinamika dan
konteks internasional yang dipengaruhi oleh perkembangan hegemoni antara Jepang
dan Tiongkok dalam proyek kerjasama tersebut. | en_US |