Show simple item record

dc.contributor.authorRachmawati, Anita
dc.date.accessioned2025-06-16T04:08:18Z
dc.date.available2025-06-16T04:08:18Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56405
dc.description.abstractGagalnya operasi militer Barkhane dalam memerangi terorisme telah menjadi salah satu faktor dari munculnya sentimen anti-Prancis di Mali. Hal ini ditandai dengan banyaknya peristiwa pelanggaran HAM terhadap warga sipil serta gelombang kudeta yang kemudian menciptakan pemerintahan yang otoriter. Saat berkuasa, junta Mali benar-benar menentang intervensi Prancis yang puncaknya berada pada pengusiran duta besar Prancis pada Januari 2022. Atas peristiwa tersebut, Prancis memutuskan untuk menarik pasukannya sebagai bentuk tindakan rasionalnya dalam menghindari ketegangan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan keputusan yang terjadi antara Prancis dan Mali melalui game theory oleh James D. Morrow. Dalam penelitian ini, diasumsikan jika Prancis dan Mali sama-sama mempunyai 2 pilihan, yaitu swerve atau straight dengan beberapa kemungkinan yang menyertainya. Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa Prancis memilih untuk menyerah setelah mendapat tekanan dari Mali yang mengacu pada prinsip conflict of inevitability yang ada pada chicken game. Keputusan yang diambil oleh Prancis dan Mali menghasilkan asymmetric nash equilibrium, yaitu dengan Mali yang memilih straight dan Prancis yang memilih swerve.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPrancisen_US
dc.subjectMalien_US
dc.subjectChicken Gameen_US
dc.subjectKonflik Kepentinganen_US
dc.subjectPenarikan Pasukanen_US
dc.titleAnalisis Dinamika Hubungan Prancis Ddn Mali pada Konflik Mali Tahun 2019-2022 menggunakan Pendekatan Game Theoryen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323234


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record