Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan Hiradc dan JSA (Studi Kasus : PT Karyatama Komposit Karbon)
Abstract
Dalam setiap pekerjaan faktor keselamatan kerja adalah hal yang penting. Diperlukan adanya
keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengendalikan risiko yang terkait dengan aktivitas
kerja sehingga pekerjaan dapat dikategorikan aman atau tidak. Penelitian ini membahas tentang
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT Karyatama Komposit Karbon, yang menggunakan
metode Hazard identification, Risk Assesment, and Determining Control (HIRADC) dan Job
Safety Analysis (JSA) untuk menganalisis dan mengelola risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan
data kecelakaan selama enam bulan terakhir, tercatat 66 kecelakaan, seperti cedera akibat
terkena bahan kimia, paparan debu, dan kelelahan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi potensi bahaya dalam proses produksi, menilai seberapa besar risiko dari
setiap bahaya, serta memberikan solusi agar risiko tersebut bisa dikurangi. Penilaian risiko
dalam penelitian ini menggunakan dua faktor, yaitu likelihood (kemungkinan terjadi) dan
consequence (dampak yang ditimbulkan). Hasilnya menunjukkan 15% dari pekerjaan, seperti
penanganan resin dalam proses vacuum infusion, memiliki risiko sangat tinggi, di mana pekerja
berisiko terkena bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit dan masalah pernapasan.
Sebanyak 30% pekerjaan, seperti proses pemotongan (trimming) dan penempelan serat karbon,
memiliki risiko tinggi karena pekerja bisa terkena debu berbahaya atau terluka saat
menggunakan alat pemotong. Sekitar 40% pekerjaan, seperti persiapan cetakan dan
pengamplasan, memiliki risiko sedang, sementara 15% pekerjaan lainnya, seperti pengangkatan
manual material, memiliki risiko rendah. Penyebab utama kecelakaan kerja di perusahaan ini
termasuk kurangnya alat pelindung diri (APD), seperti masker dan sarung tangan, serta
kurangnya pengawasan dalam penggunaan peralatan produksi. Dengan menerapkan metode
HIRADC dan JSA, di PT Karyatama bisa mengurangi risiko kecelakaan kerja melalui
penggunaan APD yang lebih baik, pelatihan keselamatan kerja, serta pengawasan yang lebih
ketat terhadap pekerja dan proses produksi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi
kecelakaan kerja secara signifikan.
Collections
- Industrial Engineering [2890]
