Pembuatan Ornamen Pola Logam Berlapis Tembaga dan Perak menggunakan Teknik Pamor Keris
Abstract
Pola ornamen pamor keris merupakan salah satu warisan budaya Indonesia
yang terus berkembang hingga saat ini. Dalam konteks ini, pembuatan pola
ornamen dengan teknik pamor keris sudah sering kita dengar. Namun, penelitian
ini akan membahas tentang penggabungan teknik pamor keris dengan teknik
mokume gane, yang dikenal karena kemampuannya menciptakan pola yang indah
dengan menggabungkan berbagai lapisan logam. Dalam penelitian ini, teknik ini
diterapkan untuk membuat wos wutah menggunakan material tembaga dan perak.
Proses pembuatan ornamen ini melibatkan penggunaan material tembaga
dan perak dengan perbandingan 2:1. Ketebalan plat material masing-masing adalah
1 mm untuk tembaga dan 0,5 mm untuk perak. Pemanasan dilakukan
menggunakan tungku dengan alat bantu pemanas torch gas pada suhu antara 500-
650 oC. Selama proses ini, penempaan dilakukan berulang kali dengan kombinasi
lipatan yang diinginkan, serta pengikiran material dan esta untuk memperjelas pola
yang dihasilkan. Meskipun hasil dari penggabungan kedua teknik dan material ini
menunjukkan potensi yang baik, tahap ini terdapat kendala pada tungku saat proses
pemanasan, di mana pengapian dan pengaturan suhu kurang efektif.
Kesimpulannya, proses pembuatan ornamen logam berlapis ini berhasil
menghasilkan pola pamor yang unik dengan karakteristik visual yang menarik.
Teknik ini juga menghasilkan pamor menyerupai pamor wos wutah. Diharapkan
inovasi baru ini dapat menjadi inspirasi bagi para pengrajin yang ingin menerapkan
teknik ini dalam berbagai jenis perhiasan atau kerajinan, sehingga karakteristik
yang dihasilkan dapat lebih bervariasi dan menarik.
Collections
- Mechanical Engineering [787]
