Analisis Dispersi Sulfur Dioksida (SO2) Udara Ambien di Kawasan Budaya, Kota Yogyakarta Menggunakan Pemodelan AERMOD
Abstract
Kawasan Budaya Kota Yogyakarta, khususnya Njeron Beteng, memiliki aktivitas
lalu lintas tinggi yang berpotensi meningkatkan emisi SO2 dari kendaraan bermotor.
Penelitian ini menganalisis konsentrasi dan pola dispersi SO2 menggunakan
AERMOD. Penelitian ini bertujuan menghitung beban emisi kendaraan di ruas
jalan Kawasan Budaya Kota Yogyakarta, mengukur konsentrasi SO2 dengan
impinger, menganalisis pola sebaran menggunakan AERMOD, serta memvalidasi
hasil model dengan data pengukuran. Metode yang dilakukan meliputi pengukuran
SO2 dengan impinger di sejumlah ruas jalan, inventarisasi emisi kendaraan, serta
pemodelan dispersi AERMOD dengan dukungan data meteorologi ERA-5. Hasil
perhitungan emisi kendaraan menunjukkan kendaraan yang menggunakan bakar
solar sebagai sumber utama emisi. Pengukuran langsung menggunakan impinger
menunjukan hasil konsentrasi SO2 lebih tinggi pada hari kerja, dengan nilai
tertinggi 86,21 μg/Nm3 di Jalan Panjaitan pada hari Kamis siang dan 43,76 μg/Nm3
di Jalan Bantul pada hari Selasa sore. Saat akhir pekan, konsentrasi tertinggi tercatat
32,40 μg/Nm3 di Jalan Panjaitan dan 23,24 μg/Nm3 di Jalan Bantul, dengan nilai
terendah 10,81 μg/Nm3 di Jalan Bantul pada hari Sabtu pagi. Hasil pemodelan
dispersi menunjukkan akumulasi polutan tertinggi di sekitar Jalan Panembahan
Senopati dengan konsentrasi tertinggi yaitu 53 μg/m3, mempengaruhi angin barat
ke timur. Validasi model menggunakan RMSPE menghasilkan nilai 17% di Jalan
Panjaitan dan 30% di Jalan Bantul, rata-rata 24%, yang menunjukkan AERMOD
cukup akurat dan dapat diterima untuk prediksi konsentrasi SO2 satu jam di
kawasan ini.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
