Keberadaan Protozoa Cryptosporidium dan Coliform di PAMSIMAS Sendangtirto, Kabupaten Sleman
Abstract
Air minum yang aman merupakan air yang tidak memiliki risiko kesehatan
yang signifikan terhadap kesehatan manusia, dimana bayi, anak kecil, dan
orang tua merupakan kelompok umur yang rentan terpapar penyakit melalui
air. Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan
usaha pemerintahan nasional yang bertujuan menyediakan air untuk
dikonsumsi oleh masyarakat luas. Pengukuran kualitas air yang ada pada
PAMSIMAS dapat menjadi indikator kesuksesan dalam hal mengurangi angka
kematian dan penyakit yang di sebabkan oleh penyakit melalui air, seperti
diare. Adanya mikroba dalam air merupakan sesuatu yang menandakan bahwa
air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Kemampuan protozoa untuk
beradaptasi dengan lingkungan tertentu seperti Cryptosporidium dan bakteri
seperti Coliform dapat membahayakan manusia jika dikonsumsi secara
berkepanjangan. Metode penelitian ini di laksanakan dengan menggunakan
metode pewarnaan Ziehl-Neelsen yang merupakan metode pewarnaan bakteri
asam dan Most Probable Number sebagai metode untuk mengetahui
keberadaan Coliform. Sampel berasal dari air yang diambil di PAMSIMAS
Sendangtirto, Kabupaten Sleman dimana air baku berasal dari air tanah
(sumur) dan memiliki teknologi disinfeksi berupa ozon. Pengambilan sampel
diambil sebanyak lima titik, dengan pengambilan di sumber serta jaringan
distribusi. Hasil pengamatan laboratorium menunjukkan adanya
Cryptosporidium di air baku dan setelah reservoar. Sedangkan, untuk Coliform
ditemukan di lima titik pengambilan sampel, dengan jumlah tertinggi pada titik
terjauh dengan jumlah Coliform 170 MPN/100 mL. Disinfeksi ozon masih
kurang efektif dikarenakan masih ditemukan keberadaan Cryptosporidium dan
Coliform pada sumber air baku dan jaringan PAMSIMAS. Kadar ozon dan
tidak adanya pemantauan berkala dari pengelola menjadikan efektivitas ozon
kurang maksimal.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
