• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Keberadaan Protozoa Cryptosporidium dan Coliform di PAMSIMAS Sendangtirto, Kabupaten Sleman

    Thumbnail
    View/Open
    21513107.pdf (2.792Mb)
    Date
    2025
    Author
    Nurfajri, Ridho
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Air minum yang aman merupakan air yang tidak memiliki risiko kesehatan yang signifikan terhadap kesehatan manusia, dimana bayi, anak kecil, dan orang tua merupakan kelompok umur yang rentan terpapar penyakit melalui air. Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan usaha pemerintahan nasional yang bertujuan menyediakan air untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Pengukuran kualitas air yang ada pada PAMSIMAS dapat menjadi indikator kesuksesan dalam hal mengurangi angka kematian dan penyakit yang di sebabkan oleh penyakit melalui air, seperti diare. Adanya mikroba dalam air merupakan sesuatu yang menandakan bahwa air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Kemampuan protozoa untuk beradaptasi dengan lingkungan tertentu seperti Cryptosporidium dan bakteri seperti Coliform dapat membahayakan manusia jika dikonsumsi secara berkepanjangan. Metode penelitian ini di laksanakan dengan menggunakan metode pewarnaan Ziehl-Neelsen yang merupakan metode pewarnaan bakteri asam dan Most Probable Number sebagai metode untuk mengetahui keberadaan Coliform. Sampel berasal dari air yang diambil di PAMSIMAS Sendangtirto, Kabupaten Sleman dimana air baku berasal dari air tanah (sumur) dan memiliki teknologi disinfeksi berupa ozon. Pengambilan sampel diambil sebanyak lima titik, dengan pengambilan di sumber serta jaringan distribusi. Hasil pengamatan laboratorium menunjukkan adanya Cryptosporidium di air baku dan setelah reservoar. Sedangkan, untuk Coliform ditemukan di lima titik pengambilan sampel, dengan jumlah tertinggi pada titik terjauh dengan jumlah Coliform 170 MPN/100 mL. Disinfeksi ozon masih kurang efektif dikarenakan masih ditemukan keberadaan Cryptosporidium dan Coliform pada sumber air baku dan jaringan PAMSIMAS. Kadar ozon dan tidak adanya pemantauan berkala dari pengelola menjadikan efektivitas ozon kurang maksimal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56050
    Collections
    • Environmental Engineering [1887]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV