• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Life Cycle Assessment (LCA) dalam Upaya Pengurangan Gas Metana Di TPA Rawa Kucing Kota Tangerang Menggunakan Sistem Flaring dan Waste to Energy

    Thumbnail
    View/Open
    21513141.pdf (14.92Mb)
    Date
    2025
    Author
    Annur, Irena Annafi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tangerang merupakan salah satu kota yang cukup terkenal karena kepadatan penduduknya yaitu mencapai 1,9 juta jiwa pada tahun 2023. Tercatat sampai dengan tahun 2023 bahwa sampah yang masuk TPA Rawa Kucing berada di angka 386.535,00 ton per tahun. Penumpukan sampah yang terjadi dalam skala besar mampu mendorong kadar gas metana. Meskipun demikian, TPA Rawa Kucing masih menerapkan sistem controlled landfill yang masih minim akan pengelolaan gas emisi yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memodelkan emisi gas metana yang dihasilkan dan membuat 3 skenario untuk membandingkan dampak terhadap lingkungan yang dihasilkan dengan pendekatan menggunakan OpenLCA.Skenario yang digunakan adalah eksisting (Controlled landfill), skenario 1 (Gasifikasi), dan skenario 2 (Flaring). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder kemudian melakukan pemodelan emisi gas dari keadaan eksisiting dengan LandGEM dan divalidasi dengan IPCC. Setelah itu dilakukan life cycle assessment dengan menghitungkan neraca sampah dan dilanjutkan analisis dengan OpenLCA 2.3.1 ecoinvent LCIA 2.2 dengan metode analisis CML-IA baseline. Dari pemodelan gas didapatkan nilai gas metana tahun 1992-2030 dengan LandGEM yaitu 506,51 Gg/tahun dan dengan IPCC 552 Gg/tahun. Dari dua metode memiliki selisih 1,16 Gg/tahun. Dari hasil yang didapatkan digunakan hasil dari pemodelan LandGEM untuk menganalisis daur hidup. Hasil pendekatan tiap skenario memiliki dampak yang berbeda. Dari perbandingan yang telah dilakukan, dampak paling kecil terhadap lingkungan adalah pada skenario 2 (Flaring). Dampak yang dihasilkan berupa asidifikasi 0,12 kg SO2 eq; Pemanasan global 279,9 kg CO2 eq; Toksisitas manusia 0,0096 kg 1,4 DB eq; dan Oksidasi fotokimia 0,03 kg C2H4 eq.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56032
    Collections
    • Environmental Engineering [1887]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV